KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Selain Genangan Banjir, Muatan Lebih Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan di Pantura

Selain Genangan Banjir, Muatan Lebih Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan di Pantura

Selain Genangan Banjir, Muatan Lebih Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan di Pantura

Ditlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafirudin

RASIKAFM – Muatan lebih pada kendaraan berat atau over dimension loading (ODOL) juga menjadi pemicu terjadinya kerusakan jalan di Pantura, selain faktor lain yaitu genangan banjir.

Ditlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafirudin mengatakan, jalan rusak parah terjadi di Jawa Tengah berada Kudus, Pati hingga Jepara. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan PU dan Bina Marga untuk memperbaiki jalan rusak secepatnya agar tidak menimbulkan kecelakaan. Tidak hanya di Pantura Timur, di Pantura Barat pun juga mengalami kondisi sama salah satunya over dimensi.

Muatan yang muatanya berlebihan menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan. Hal itu karena Kementerian Perhubungan meminta penindakan ODOL yang ditunda sampai 2023.Sebelum diberlakukan pihaknya pun mengimbau kepada pengusaha dapat mematuhi aturan dan sudah memotong kendaraanya sesuai dengan dimensi yang telah ditentukan.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]