[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Day: Februari 25, 2021

Kota Salatiga Dapat Predikat Kota Tertoleran
Wakil Walikota Salatiga Muh Haris saat menerima penghargaan kota tertoleran versi Setara Institute di Jakarta Kamis 25 Februari 2021 Sore https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/26-17-1.mp3 SALATIGA,...
Penanganan Banjir Pantura, Ganjar Usulkan Anggaran Rp3,19 Triliun
Gubernur Ganjar Pranowo dalam rapat koordinasi usulan program prioritas nasional untuk mendukung major project RKP tahun 2022, Rabu (24/2). https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/25-14-1.mp3 RASIKAFM...
3.497 Keping E-KTP Milik Korban Banjir di Pantura Jateng Hilang, Dukcapil Menggantinya Gratis
Petugas gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Kecamatan Pekalongan Utara https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/25-17-1.mp3 RASIKAFM – Tidak hanya harta benda yang hilang akibat...
Selain Genangan Banjir, Muatan Lebih Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan di Pantura
Ditlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafirudin https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/25-14-2.mp3 RASIKAFM – Muatan lebih pada kendaraan berat atau over dimension loading (ODOL) juga...
Satlantas Polres Kudus Siapkan 5 Unit CCTV Tilang Elektronik
Seorang pekerja tengah mempersiapkan kesiapan kamera pemantau atau CCTV (closed circuit television) di Persimpangan Poroliman Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2021). Foto:...

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon