KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kota Salatiga Dapat Predikat Kota Tertoleran

Kota Salatiga Dapat Predikat Kota Tertoleran

Kota Salatiga Dapat Predikat Kota Tertoleran

Wakil Walikota Salatiga Muh Haris saat menerima penghargaan kota tertoleran versi Setara Institute di Jakarta Kamis 25 Februari 2021 Sore

SALATIGA, RASIKAFM – Kota Salatiga mendapat Predikat kota tertoleran di Indonesia tahun 2020 versi Setara Institute. Kota Salatiga yang mendapat poin 6.717 mengalahkan Singkawang, Manado, Tomohon, Kupang, Surabaya, Ambon, Kediri, Sukabumi, dan Bekasi.

Kepada wartawan Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan penyerahan penghargaan tersebut diserahkan di Jakarta pada Kamis (25/2/2021) dan diterima Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris. “Alhamdulillah, hari ini kita mendapat predikat sebagai Kota Tertoleran, ini membanggakan tapi juga menjadi tantangan untuk dipertahankan,” paparnya.

Yuliyanto mengungkapkan faktor pendukung keberhasilan Salatiga mendapat predikat sebagai Kota Tertoleran adalah tidak adanya diskriminasi dalam pembuatan kebijakan. “Semua Forkompinda, masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat saling sinergi. Semua satu tujuan demi toleransi,” jelasnya.

Selain itu, Yuliyanto juga menyoroti keberhasilan di bidang ekonomi. “Pembangunan ekonomi dan manusia yang berhasil sangat menunjang toleransi. Umpamanya masyarakat tidak sejahtera, tentu akan mempengaruhi toleransi,” jelasnya.

Menurut Yuliyanto, karena kesadaran dan pendidikan masyarakat yang cukup tinggi, maka masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang memecah belah persatuan.

Dijelaskan, meski mendapat predikat sebagai Kota Tertoleran, tapi Salatiga tetap berusaha belajar dari daerah lain. “Sebagai City of Harmony, kita harus saling menjaga, baik dari internal Salatiga maupun luar daerah,” kata Yuliyanto. (rief)

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]