KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tersangka Mutilasi Jalani Tes Kejiwaan, Polisi: Sehat dan Sadar

Tersangka Mutilasi Jalani Tes Kejiwaan, Polisi: Sehat dan Sadar

Tersangka Mutilasi Jalani Tes Kejiwaan, Polisi: Sehat dan Sadar

Tersangka Imam Sobari saat menjalani tes kejiwaan yang dilakukan oleh tim dari Biro Psikologi SSDM Mabes Polri di Polres Semarang, Selasa (2/8/2022). (Foto/win)

UNGARAN – Tersangka pembunuhan disertai mutilasi di Bergas, Kabupaten Semarang, Imam Sobari (32) menjalani serangkaian pemeriksaan kejiwaan oleh tim dari Biro Psikologi Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Mabes Polri.

Tim yang terdiri dari lima personil itu memberikan sejumlah pertanyaan kepada tersangka dengan metode wawancara lisan dan tertulis serta observasi di ruang Unit I Sat Reskrim Polres Semarang.[irp posts=”40510″ name=”Tersangka Mutilasi Palsukan Surat Nikah, Tidur Selama Tiga Hari Bersama Jasad Korban”]

“Tujuan dari pemeriksaan psikologi itu untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka serta untuk melengkapi berkas pemeriksaan,” ungkap Kompol Mochammad Mujib Ridwan, Kasubbag Psikrim Bagsipol Ropsi SSDM Mabes Polri, Selasa (2/8/2022).

Dijelaskan Mujib, dari hasil pemeriksaan itu bisa diambil kesimpulan jika tersangka dalam kondisi sehat dan sadar saat mencekik korban hingga tewas dan melakukan mutilasi.

“Terbukti dari penuturan tersangka saat menceritakan secara runtut kejadian demi kejadian yang dialaminya. Jawaban tersangka cukup jelas, gamblang dan masuk akal,” ujarnya.

Hasil tes terhadap kejiwaan tersangka selanjutnya akan didiskusikan dengan pimpinan. Setelah itu baru akan dirumuskan dan diserahkan kembali kepada Polres Semarang.

“Nantinya pihak penyidik Sat Reskrim Polres Semarang akan memutuskan seperti apa tindak lanjutnya,” sambungnya.

Ditambahkan Mujib, selain tes kejiwaan terhadap tersangka, pihaknya juga akan melakukan trauma healing kepada keluarga korban yang ada di Desa Cibunar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

“Sesuai tugas pokok kami yakni melakukan pendampingan kepada keluarga korban untuk membantu memperbaiki kondisi psikologis dan menyembuhkan trauma,” imbuhnya.[irp posts=”40459″ name=”Mutilasi di Ungaran Direka Ulang, Tersangka Peragakan 21 Adegan”]

Sementara Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika mengatakan kejiwaan ini sangat perlu dilaksanakan sebab tersangka tega menghabisi nyawa korban selanjutnya dimutilasi menjadi 11 bagian dalam kurun waktu tiga hari.

“Tindakan sadis tersangka itu yang mendasari kami untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka,” tuturnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]