[audio_player]
[posts_like_dislike]
Kelompok usaha mahasiswa dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mencatatkan prestasi gemilang dalam dunia kewirausahaan dengan kemenangan Tim Bahiti Gift and Craft pada Lomba Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (LIKMI) #3 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tim Bahiti Gift and Craft UKSW Salatiga Ukir Prestasi di LIKMI UNY

Tim Bahiti Gift and Craft UKSW Salatiga Ukir Prestasi di LIKMI UNY

Tim Bahiti Gift and Craft UKSW Salatiga Ukir Prestasi di LIKMI UNY

Tim Bahiti Gift and Craft UKSW torehkan kemenangan pada Lomba Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (LIKMI) #3 yang digelar oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), belum lama ini.
Tim Bahiti Gift and Craft UKSW torehkan kemenangan pada Lomba Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (LIKMI) #3 yang digelar oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), belum lama ini.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kelompok usaha mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) terus mengukir prestasi di panggung entrepreneurship. Kali ini datang dari Tim Bahiti Gift and Craft yang berhasil menorehkan kemenangan pada Lomba Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (LIKMI) #3 yang digelar oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), belum lama ini.

Tim Bahiti Gift and Craft ini kembali mencatat prestasi pada kompetisi yang mempertandingkan 483 tim dari 140 Perguruan Tinggi se-Indonesia. Dengan memanfaatkan limbah kertas bekas sebagai bahan baku produk buket, mereka berhasil mendapatkan Juara Harapan I pada kategori Usaha Produk Kreatif (UPK) dalam lomba tersebut.

Kelompok usaha yang beranggotakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum yakni Indah Aulia Dewi, Ismi Oktaviani, dan Milka Tamariska ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Indirani Bastian Christy Wauran, S.H., M.H. Adapun jenis produk yang mereka produksi yaitu mini gift, single flower, bucket costume, dan money bucket.

Ketua kelompok Indah Aulia Dewi mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas pretasi tersebut. Ia juga membeberkan bahwa sebelum mengikuti lomba, timnya telah melakukan persiapan selama satu bulan.

“Kami sangat senang dan bahagia dengan kemenangan ini. Adapun tahapan yang harus kami lalui untuk mengikuti lomba yaitu seleksi administrasi, seleksi proposal, dan presentasi ide bisnis kami,” jelasnya.

Indah Aulia Dewi yang kerap disapa Aulia ini menceritakan awal perjalanan usaha Bahiti Gift and Craft dimulai dari mengikuti Program Young Entrepreneur Progressive and Outstanding (Your Proud) UKSW. Menurutnya, usaha Bahiti Gift and Craft ini menjadi wadah bagi timnya untuk mengembangkan kreativitas bisnis dan jiwa wirausaha.

“Kami sangat bersyukur UKSW terus mewadahi kami untuk terus berkarya. Setiap kompetisi yang kami ikuti menjadi langkah awal untuk membuktikan bahwa kami bisa,” tuturnya.

Tak hanya mengukir prestasi akademik, tim yang juga pernah lolos dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Award 2023 ini sukses membuka lapangan pekerjaan bagi sesama mahasiswa maupun masyarakat umum.

“Kami ingin memberikan dampak positif dengan membuka peluang kerja bagi orang lain. Biasanya kami merekrut 2 hingga 3 orang pekerja paruh waktu pada event tertentu seperti acara wisuda, valentine, ulang tahun, dan acara lainnya,” ungkap Ismi Oktaviani salah satu anggota Tim Bahiti Gift and Craft.

BACA JUGA :

Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
Aji Darma Buktikan Anak SD Bisa Juara KRENOVA 2026, Bersaing dengan Ratusan Inovator Umum
Aji Darma Buktikan Anak SD Bisa Juara KRENOVA 2026, Bersaing dengan Ratusan Inovator Umum
Siswa SMP RUQ Al Falah Salatiga meraih medali emas dalam World Invention Competition and Exhibition (WICE) di Selangor, Malaysia, Rabu (23/9/2026), melalui inovasi Virewaste. Game edukasi berbasis virtual reality dan board game tersebut dikembangkan untuk mengajarkan siswa menghadapi persoalan lingkungan sekaligus melatih kemampuan menganalisis masalah dan menentukan solusi.
Berkat Game Krisis Lingkungan, Santri Al Falah Salatiga Raih Emas WICE Malaysia
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]