[audio_player]
[posts_like_dislike]
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menunjukkan prestasi di dunia pendidikan nasional dengan terpilih sebagai salah satu dari 38 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi tuan rumah program Wirausaha Merdeka Kampus (WMK) tahun 2024. Program ini, bagian dari Kampus Merdeka Kemendikbud Ristek, bertujuan mengembangkan calon wirausahawan melalui aktivitas di luar kelas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tuan Rumah Wirausaha Merdeka Kampus, UKSW Fokus Cetak Eco- Sociopreneur

Tuan Rumah Wirausaha Merdeka Kampus, UKSW Fokus Cetak Eco- Sociopreneur

Tuan Rumah Wirausaha Merdeka Kampus, UKSW Fokus Cetak Eco- Sociopreneur

UKSW menjadi tuan rumah pelaksanaan program Wirausaha Merdeka Kampus (WMK) tahun 2024. Foto dok IST
UKSW menjadi tuan rumah pelaksanaan program Wirausaha Merdeka Kampus (WMK) tahun 2024. Foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – UKSW semakin memperkokoh posisinya di dunia pendidikan nasional. Kampus yang akrab dikenal dengan Indonesia Mini ini kembali mencetak prestasi gemilang dengan terpilih sebagai salah satu dari 38 perguruan tinggi di Indonesia sebagai tuan rumah pelaksanaan program Wirausaha Merdeka Kampus (WMK) tahun 2024.

WMK merupakan bagian dari program Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia (Kemendikbud Ristek) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri menjadi calon wirausahawan melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan.

Dalam acara “Sosialisasi Program WMK Bersama Perguruan Tinggi Mitra UKSW” di ruang Probowinoto, Prof. Ir. Lieli Suharti, M.M., Ph.D., selaku ketua pelaksana, memperkenalkan inovasi kewirausahaan MEMBARA (Membangun Masa Depan Berkelanjutan Melalui Wirausaha Muda Ramah Lingkungan dan Berjiwa Sosial (Eco-Sociopreneur)).

Program ini dirancang untuk melahirkan wirausahawan muda yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan melalui ide-ide inovatif dan solutif.

“MEMBARA bertujuan untuk mengembangkan wirausaha-wirausaha muda yang memiliki orientasi sosial, yaitu social entrepreneur, yang mampu memecahkan masalah sosial dengan pendekatan inovatif,” ujar Prof. Lieli Suharti.

Program MEMBARA menawarkan berbagai pelatihan yang menitikberatkan pada penciptaan produk ramah lingkungan, seperti penggunaan bahan baku daur ulang, pengembangan energi terbarukan, hingga inovasi dalam pengelolaan limbah. Para peserta juga akan mendapatkan keuntungan luar biasa, termasuk pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan, pendampingan dari praktisi wirausaha, jejaring, konversi maksimal 20 SKS, serta kesempatan mendapatkan pendanaan usaha.

Lebih lanjut, Lieli Suharti menjelaskan bahwa program WMK ini terdiri dari tiga tahapan yakni pre-immersion, yang membekali mahasiswa dengan pengetahuan dasar kewirausahaan. Kemudian, immersion di mana mahasiswa merancang model bisnis dan melakukan prototyping serta post-immersion, yang fokus pada validasi produk dan kelayakan usaha.

Disampaikannya, program WMK MEMBARA UKSW 2024 juga menggandeng beberapa perguruan tinggi sebagai mitra yaitu Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Universitas Boyolali, Universitas Islam Batik Surakarta, dan Universitas Karya Husada Semarang.

Pendaftaran program WMK MEMBARA UKSW dibuka sejak 19 Agustus hingga 10 September 2024, dengan pelaksanaan program dimulai pada 23 September hingga 15 Desember 2024.

BACA JUGA :

Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]