KAWAN PEMANDU JALAN

09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.

BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada pagi hingga siang hari didominasi cerah berawan. Memasuki sore hingga awal malam, kondisi cuaca diperkirakan berawan. Suhu udara harian berkisar antara 27 hingga 35 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara diprakirakan berada pada rentang 40 hingga 80 persen. Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi, sementara masyarakat perlu mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Inacraft Oktober 2026, Dekranasda Salatiga bawa 9 Produk UMKM Lokal

Komitmen mendorong produk kriya dan UMKM lokal Salatiga agar semakin dikenal di pasar yang lebih luas terus dilakukan Dekranasda Kota Salatiga. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam INACRAFT October Vol. 5 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 7–11 Oktober 2026.

Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, turut hadir dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia.

Pameran ini menjadi salah satu ruang strategis bagi pengembangan industri kriya Indonesia, sekaligus mempertemukan perajin, pelaku UMKM, buyer, dan berbagai pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri.

Sebanyak 830 peserta yang menempati lima hall serta area lobby JICC. Peserta terdiri atas 706 peserta individu anggota ASEPHI, 85 peserta dari dinas, 16 stan kementerian/BUMN, 18 peserta luar negeri, serta peserta individu nonanggota dan pelaku kuliner.

Penyelenggara menargetkan 80.000 pengunjung selama lima hari pelaksanaan, 120 potential buyer internasional, transaksi retail senilai Rp100 miliar, serta kontrak dagang mencapai 2,7 juta dolar AS.

9 Produk UMKM Lokal Salatiga Dipasarkan di INACRAFT

Dalam ajang tersebut, Dekranasda Kota Salatiga menghadirkan 9 produk UMKM lokal yang telah melalui proses kurasi untuk dipasarkan di Stan Dekranasda Kota Salatiga.

Sembilan produk tersebut mencerminkan keberagaman potensi kriya Salatiga, mulai dari batik, fesyen, aksesori, mainan edukatif, hingga kerajinan berbahan kayu dan resin.

Produk yang dihadirkan meliputi Batik Pesona Rejasa, Batik Selotigo, Batik Trisala, Fashion Markonah, Renda by Rima dengan produk aksesori rajut kawat tembaga, Tival Craft dengan bros manik dan payet, Stasiun Edukasi berupa mainan anak berbahan kayu, Crenove Art dengan produk tumbler dan mug berbahan kayu, serta Resin for Fleur.

Kehadiran sembilan produk tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga memberikan ruang bagi produk UMKM Salatiga untuk berinteraksi langsung dengan konsumen dan pengunjung dari berbagai daerah. Keberagaman produk yang ditampilkan menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena menghadirkan karakter kriya Salatiga dalam berbagai bentuk dan kreativitas.

Seorang pengunjung mengapresiasi keberagaman produk yang ditampilkan di Stan Dekranasda Kota Salatiga.

“Stan Salatiga memiliki varian produk yang cukup beragam dibandingkan beberapa stan lainnya. Ada batik, kerajinan tangan, sampai produk resin yang menarik karena bisa di-custom langsung di tempat. Saya tidak hanya melihat produk yang sudah jadi, tetapi juga bisa mendapatkan produk yang lebih personal sesuai keinginan,” ujarnya Rian.

Menurutnya, keberadaan produk yang dapat dikustomisasi memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa produk kriya lokal mampu menghadirkan inovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan serta selera konsumen.

Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menyampaikan bahwa ajang ini menjadi momentum penting untuk melihat peluang pengembangan produk lokal menuju pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

“Produk-produk Salatiga memiliki peluang untuk ekspor. Kita perlu terus belajar, menyiapkan kualitas dan standar produk, serta mengikuti proses kurasi agar semakin siap masuk pasar internasional.”
Ujarnya.

Menurut Retno, proses kurasi dan keikutsertaan dalam pameran berskala nasional maupun internasional menjadi bagian penting dalam mempersiapkan UMKM agar semakin memahami kebutuhan pasar. Selain kualitas produk, aspek desain, kemasan, inovasi, serta konsistensi produksi juga menjadi bagian yang perlu terus diperkuat.

Kehadiran Dekranasda Kota Salatiga di INACRAFT sekaligus menjadi upaya memperluas wawasan, jejaring, promosi, dan peluang pengembangan produk kriya daerah. Sembilan produk yang telah dikurasi dan dipasarkan dalam pameran ini menjadi representasi potensi kreatif pelaku UMKM Salatiga yang terus didorong untuk berkembang dan naik kelas.

Dubes Prancis Saksikan Lomba Masak di Semarang, Perpaduan Kuliner Dua Negara Jadi Sorotan

Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone menyaksikan lomba memasak perpaduan kuliner Indonesia dan Prancis bertajuk Saveurs Croisées: Deux Cultures, Mille Saveurs di Pasren Garden Resto, Semarang, Kamis (8/10/2026). Enam tim pelajar dan mahasiswa Jawa Tengah berkompetisi menggabungkan teknik memasak Prancis dengan cita rasa lokal. AKS Ibu Kartini keluar sebagai juara pertama.

BNNP Jateng Dorong Bhabinkamtibmas Perkuat Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba

BNNP Jawa Tengah mendorong Bhabinkamtibmas memperkuat pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba melalui edukasi serta pendampingan masyarakat. Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Edi Swasono menyebut prevalensi penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 1,3 persen atau sekitar 195 ribu jiwa. Upaya ini mendukung target Jateng Zero Prevalensi pada 2045.

BOPPJ dan Pemprov Jateng Siapkan Penanaman Mangrove di Demak sebelum Giant Sea Wall

Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperluas penanaman mangrove di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sebelum proyek Giant Sea Wall dimulai. Program ini melibatkan masyarakat untuk memperkuat perlindungan ekologis pesisir sekaligus mendukung ekonomi warga di tengah ancaman abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah.

MBG Prasmanan Mulai Diuji Coba di Jepara, Sembilan Sekolah Jadi Sasaran

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pola prasmanan mulai diuji coba di SD Kanisius Kauman Jepara, Jawa Tengah, Kamis. Uji coba yang telah berjalan selama empat hari ini menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6. Pemerintah Kabupaten Jepara melakukan monitoring untuk mengevaluasi kecukupan gizi, kebersihan, keamanan pangan, dan ketertiban sebelum penerapan diperluas ke delapan sekolah lainnya.