KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tertinggi sejak 2020, Pertumbuhan Usaha Kecil Capai 83%, Meningkat Dibandingkan Sebelumnya

Tertinggi sejak 2020, Pertumbuhan Usaha Kecil Capai 83%, Meningkat Dibandingkan Sebelumnya

Tertinggi sejak 2020, Pertumbuhan Usaha Kecil Capai 83%, Meningkat Dibandingkan Sebelumnya

Peserta saat mengikuti Sekolah Bisnis untuk Pemula. Kegiatan dilaksanakan di Aula Credit Union Kridha Rahardja Blotongan foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sedikinya 50 peserta dari berbagai wilayah layanan mengikuti Sekolah Bisnis untuk Pemula. Kegiatan dilaksanakan di Aula Credit Union Kridha Rahardja Blotongan belum lama ini.

Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen CU Kridha Rahardja untuk terus mengembangkan UMKM baru khususnya bagi anggotanya.

“Bisnis menjadi salah satu sektor produksi yang akan menjamin solvabiltas anggota CUKR, maka kami berkomitmen untuk terus menumbuhkan usaha baru bagi anggota kami,” Kata Nurma Lestari Manajer CU Kridha Rahardja.

Menurut data, pertumbuhan usaha kecil di Indonesia mencapai 83% pada tahun 2024. Angka pertumbuhan ini meningkat dibandingkan tahun 2023 sebesar 80%. Hal ini merupakan hasil pertumbuhan tertinggi sejak 2020.

Momentum positif ini diperkirakan akan semakin meningkat pada tahun 2025, dengan 87% usaha kecil diprediksi tumbuh

“Kami ingin memastikan bahwa prediksi peningkatan umkm ini juga terjadi di anggota kami,” Kata Nurma.

Untuk memastikan kualitas Sekolah Bisnis ini, CU Kridha Rahardja melibatkan banyak pihak. Mulai dari akademisi dari Universitas Islam Negeri Salatiga, Universitas Kristen Satya Wacana dan Konsultan Bisnis dan SDM Transformers Plus Indonesia.

Dalam prsentasinya Tri Wahyono, SE.,ME dari UIN memastikan bahwa motivasi orang membuka usaha harus kuat, karena ini menjamin kelancaran dari usaha yang kita bangun.

“Harus ada motivasi baik dari sisi spiritual maupun financial yang jelas, karena ini yang akan menguatkan motivasi kita menjalankan usaha,” Kata Tri Wahyono yang juga menjabat sebagai Sekum HIPMI Salatiga ini.

“Semua orang pasti butuh uang dan pasti ada cita cita spiritual yang menguatkannya, misalnya bagaimana usaha kita jalan dan juga bisa memberikan lapangan kerja untuk org lain,” Katanya sambil menunjukan beberap contoh.

Sekolah Bisnis untuk Pemula ini memang dilaksanakan untuk memfasilitasi anggota CU Kridha Rahardja yang akan membuka usaha mulai dari nol sesuai dengan harapan dari beberapa peserta.

“Saya mengikuti Sekolah Bisnis bagi Pemula ini karena memang saya ingin segera resign dari pekerjaan dan memulai suatu usaha.” Kata Ristiyanti Dwi Chandra melalui harapan yang ditulis via DM Instagram CU Krodha Raharjda.

Hal senada juga diungkapkan Emiliana Galuh. Melalui DM ke Instagram, Emiliana mengatakan bahwa bisnisnya akan ditata ulang terutama aspek keuangannya.

“Melalui pelatihan ini saya berharap bisa lebih tertata dalam menata keuangan dan strategy dalam memulai bisnis,” Katanya.

Kegiatan Sekolah Bisnis ini tidak hanya berhenti pada training, tetapi peserta diharapkan bisa menghasilkan proposal bisnis dan bisa dijalankan. CU Kridha Rahardja akan berusaha mendampingi sampai bisnis berjalan.

“Kami berkomitmen untuk setiap peserta bisa menghasilkan proposal bisnis, realistis dan bisa dijalankan, dan jangan khawatir kami bersama tim mentor akan memberikan pendampingan sampai tuntas,” Kata Dominikus Bayu ketua panitia Sekolah Bisnis untuk Pemula ini.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]