KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Masuki 2026 Buang Sampah di TPS Salatiga Ditarik Retribusi

Masuki 2026 Buang Sampah di TPS Salatiga Ditarik Retribusi

Masuki 2026 Buang Sampah di TPS Salatiga Ditarik Retribusi

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Seluruh Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kota Salatiga akan mengenakan tarif kepada pembuang sampah. Besarannya variatif tergantung kepada berat dan jenis sampah yang di buang.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga Yunus Juniadi.

Menurutnya pelaksanaan itu adalah berkait dengan Perda Retribusi Pelayanan Kebersihan dan PeRsampahan (RPKP).
“Perda sudah lama dan sudah disosialisasikan. Maka mulai tahun 2026 akan diterapkan. Tujuannya agar masyarakat bersama mengelola sampah dengan bijak,” jelas Yunus.

Dia menyebut jika untuk tahap awal, perseorangan masih gratis dengan berat sampah maksimal 5 kilogram.

Setiap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) akan diberikan petugas yang memilah dan menimbang sampah.

Jika langsung ke TPS atau TPA, sampah akan ditimbang dan retribusi akan disesuaikan dengan berat sampahnya.

Sementara untuk rumah tangga memang dibatasi 5 kilogram.

Hanya saja untuk sampah rumah tangga biasanya memang cukup berat seperti sisa sayuran.

Yunus mewanti wanti masyarakat untuk bijak dalam membuang sampah sehingga semua nyaman.

“Jika sejak hulu sampah sudah dikelola memanfaatkannya, maka sampah akan bisa dimanfaatkan lebih baik. Selain juga mengurangi beban TPA tetapi juga menambah retribusi,” jelas dia.

Pengambil sampah yang ada di masyarakat, imbuh Yunus, biasanya hanya memindahkan sampah dari rumah tangga ke TPS.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
[pekok2]