KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Beautifikasi Ruas Tol Batang–Semarang, Jalan Tol Makin Asri dan Enak Dipandang

Beautifikasi Ruas Tol Batang–Semarang, Jalan Tol Makin Asri dan Enak Dipandang

Beautifikasi Ruas Tol Batang–Semarang, Jalan Tol Makin Asri dan Enak Dipandang

Penanaman pohon diharapkan mampu membuat pemandangan menjadi lebih indah

Semarang, 12 Februari 2026 — PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) terus berkomitmen menghadirkan jalan tol yang bukan hanya aman dan andal, tetapi juga ramah lingkungan dan sedap dipandang. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui program beautifikasi dengan penanaman pohon di sejumlah titik Ruas Tol Batang–Semarang.

Program ini menjadi bagian dari upaya JSB memperkuat ekosistem hijau di sepanjang jalan tol. Selain membantu meningkatkan kualitas udara, penanaman pohon juga bertujuan menciptakan suasana jalan tol yang lebih asri, nyaman, dan estetik bagi para pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar ruas tol.

Penanaman dilakukan secara bertahap di area ruang milik jalan (Rumija), median jalan, hingga titik-titik strategis lainnya, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan tata ruang. Salah satu lokasi yang telah dilakukan penanaman berada di akses keluar Gerbang Tol Kaliwungu. Jenis tanaman yang dipilih pun bukan sembarangan, melainkan vegetasi yang adaptif terhadap lingkungan setempat serta memiliki manfaat ekologis jangka panjang.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang, Nasrullah, menyampaikan bahwa program beautifikasi ini bukan sekadar memperindah tampilan jalan tol, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Melalui program beautifikasi ini, kami ingin menghadirkan jalan tol yang selaras dengan lingkungan. Tidak hanya aman dan andal, tetapi juga hijau dan estetik, sehingga pengguna jalan bisa merasakan perjalanan yang lebih nyaman,” ujar Nasrullah.

Ia menambahkan, inisiatif ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan Jasa Marga Group, khususnya dalam upaya mengurangi jejak karbon dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Ke depan, PT Jasamarga Semarang Batang akan terus melakukan pengelolaan dan pemeliharaan area hijau secara berkelanjutan. Dengan demikian, Ruas Tol Batang–Semarang diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai jalur konektivitas, tetapi juga menjadi ruang publik yang tertata, hijau, dan memberi nilai tambah bagi lingkungan serta masyarakat sekitar.

Nantinya jika tanaman sudah semakin tumbuh besar maka akan terlihat lebih estetik dan segar, enak dipandang mata.

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto mengatakan pengembang sebelumnya berkomitmen mengembalikan dana secara bertahap hingga akhir September, namun belum ada pembayaran yang diterima para korban.
Pengembalian Dana Tak Kunjung Dibayarkan, Konsumen Perumahan Bandarjo Village Berencana Polisikan Developer
[pekok2]