KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Imbas Covid-19, Pengrajin Rebana di Ambarawa Gagal Panen Pesanan

Imbas Covid-19, Pengrajin Rebana di Ambarawa Gagal Panen Pesanan

Imbas Covid-19, Pengrajin Rebana di Ambarawa Gagal Panen Pesanan

Pengrajin rebana Muhammad Khamim sedang mengerjakan pesanan di rumahnya di Jalan Sanggrahan RT 01 RW 02 Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (15/4/2021). (fOTO: Tribun)

RASIKAFM – Muhammad Khamim (66), seorang perajin rebana yang beralamat di Lingkungan Sanggrahan, Lodoyong Ambarawa, Kabupaten Semarang masih setia membuat rebana meski pesanan sepi akibat dihantam pandemi. Menurutnya saat ini adalah masa suram bagi perajin rebana.

Dikatakan, untuk membuat rebana satu set membutuhkan waktu setidaknya dua pekan. Untuk harga, satu set dihargai Rp 3,2 juta hingga Rp 6,5 juta, tergantung kekomplitan pesanan rebana. Saat ini praktis pendapatannya jauh berkurang akibat minimnya pesanan.

Sebelum pandemi setiap bulan bisa dapat pesanan hingga lima set, akan tetapi sejak setahun lalu, sangat sepi. Bahkan belum tentu dalam tiga bulan ada pesanan, hanya mengandalkan jasa servis rebana untuk pemasukan.

Menurut Khamim yang menjadi perajin rebana sejak 1994, meneruskan usaha orangtuanya, pandemi Covid-19 adalah yang terberat. Dulu bisa melayani pesanan dari Sumatera hingga daerah-daerah di Jawa, sekarang sangat sepi. Kulit mentah yang dulu per lembar Rp 50.000, sekarang juga hanya Rp 30.000, karena tidak laku jadi dijual murah.

Khamim akan tetap setia menjadi perajin rebana meski suara tabuhannya saat ini terdengar “sunyi” terhempas pandemi. Hal itu karena ia tak punya pilihan, di usia senjanya tak ada lagi keterampilan lain yang bisa dilakukan. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]