KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Puluhan Komunitas Gelar Ajang Road Show On The Truck, dan Bagikan Paket Sembako di Halaman Gedung Korpri Kridanggo

Puluhan Komunitas Gelar Ajang Road Show On The Truck, dan Bagikan Paket Sembako di Halaman Gedung Korpri Kridanggo

Puluhan Komunitas Gelar Ajang Road Show On The Truck, dan Bagikan Paket Sembako di Halaman Gedung Korpri Kridanggo

Ajang Road Show on The Truck yang berlangsung di halaman Gedung Korpri Kridanggo, Minggu (10/4/2022) sore menjadi ajang silaturahmi puluhan komunitas yang ada di Kota Salatiga. Tak hanya itu, mereka juga membagikan paket sembako untuk masyarakat.

Kepada rasika.com Hartoko Budhiono, Founder Hartoko Budhiono Foundation, mengungkapkan komunitas yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya berasal dari Salatiga Sound Community, Pammi, S.3, WAF, Maxxio, KMC, dan Kamisan. “Tujuan acara ini sebenarnya kami hanya ingin berbagi, menebarkan virus kebaikan dengan potensi yang dimiliki setiap komunitas,” ujarnya.

Acara tersebut mendapat sambuatn antusias dari masyarakat. Apalagi, konsep yang diusung cukup menarik. Panggung menggunakan dua truk yang ditata sedemikian rupa, menjadikan artis penampil bisa maksimal dalam menghibur pengunjung. Selain itu, juga ada puluhan stand UMKM yang menampilkan potensi ekonomi di Salatiga.

“Kami berharap Ramadan tahun ini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi, tak hanya untuk pengusaha, pelaku UMKM, tapi juga untuk seluruh masyarakat. Dua tahun kita semua merasakan dampak pandemi Covid-19, sekarang dengan sejumlah kelonggaran, sektor ekonomi harus berdaya, bangkit, dan kembali mandiri,” kata Hartoko.

Hartoko Budiono Founder HBF saat serahkan santunan

Bagus Boogie Pratama, seorang player solo organ, mengatakan konsep acara Road Show on The Truck sangat bagus. “Acara tersebut bukan hanya menampilkan talent yang menghibur saja, tapi ada acara santunan anak yatim dan bagi sembako untuk fakir miskin yang disalurkan keliling dengan mobil bak terbuka dengan rute daerah radius 5 sampai 10 kilometer dari lokasi acara,” ungkapnya.

Dia berharap acara ini bisa berkelanjutan dan diikuti banyak komunitas di Kota Salatiga. “Ini menjadi pendorong untuk komunitas lainnya untuk membuat acara amal seperti ini, sehingga semakin banyak donatur dan penyumbang yang bersedia bersedekah untuk acara amal,” kata Boogie.

Suasana kemeriahan Road Show On The Truck minggu 10.4.22 sore

Senada dengan Boogie, bagi Memey singer anggota PAMMI dan FORINSA (forum Silaturahmi Nasidariah Salatiga) mengaku senang bisa tampil dan menghibur secara gratis kepada warga Salatiga, apalagi dengan mengusung kwalitas Sound yang cukup mantab sehingga bisa menghibur pengunjung “setelah hampir dua tahun fakum. Tidak menyanyi maka diajang HBF ini saya bisa tampil” ujar ibunda Anggun ini

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]