KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

KH Nur Rofiq Kembali Pimpinan FKUB Salatiga Periode 2022 – 2027

KH Nur Rofiq Kembali Pimpinan FKUB Salatiga Periode 2022 – 2027

KH Nur Rofiq Kembali Pimpinan FKUB Salatiga Periode 2022 – 2027

KH. Nur Rofiq terpilih kembali sebaga ketua FKUB Salatiga

KH Nur Rofiq kembali terpilih memimpin Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga Periode 2022-2027. Pemilihan dilakukan secara aklamasi pada Musyawarah Lengkap (Muskap) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga Periode 2017-2022, di Hotel Kencana Bandungan, 21.7.22.

Mulyanto, SH., MM., Ketua Sidang membacakan keputusan Kepengurusan periode 2022-2027, tampak kepengurusan lama masih mendampingi KH. Nur rofi seperti, Pdt. Daniel Ismanto, KH. Nasyir As’ari, Miftahudin yang menduduki Sekretaris, H.Mulyanto, H Imam Soetomo, dan lainnya. Hadir dalam kegiatan Pj Wali Kota Sinoeng N Rachmadi, Komandan Kodim 0714, Kapolres Salatiga, dan Kepala Kementerian Agama Salatiga.

Dalam sambutannya Kh Hur Rofiq melaporkan proses berjalannya musyawarah lengkap dengan detail hingga terpilihnya menjadi ketua. “Kemarin sore hingga hari ini muskap periode 2017-2022 berjalan lancar dan terpilih kepengurusan periode 2022-2027. Dari terbentuknya dari tahun 2007 FKUB sudah memberikan perannya dalam menjaga kondusifitas Kota Salatiga.

FKUB terus menjadi mitra pemerintah melalui kerukunan umat beragama. Kerkontribusi positif banyak kami lakukan, bahkan dari 2015 kota tertoleran di Indonesia. Meski telah mengerjakan perannya namun FKUB masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dijalankan. Kami FKUB juga meminta arahan dan nasihat dari Bapak Pj Wali Kota beserta Forkopimda agar kedepannya lebih baik lagi,” lapor Ketua FKUB.

Kepala Kemenag H Taufiqur Rohman dalam sambutannya berharap FKUB langsung membuat program kerja yang inovatif. “Banyak program kerja yang bisa digali, jangan copy paste program yang sudah ada dimasa lalu. Lakukan inovasi, misalnya saja terus melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga keagamaan, jangan hanya berhenti pada dialog saja,” pesannya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]