KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ramp Chek Angkutan Umum Hari Kedua, Dishub Salatiga Temukan 2 Kasus Penyimpangan Trayek

Ramp Chek Angkutan Umum Hari Kedua, Dishub Salatiga Temukan 2 Kasus Penyimpangan Trayek

Ramp Chek Angkutan Umum Hari Kedua, Dishub Salatiga Temukan 2 Kasus Penyimpangan Trayek

Dalam menyambut arus mudik Lebaran, Dishub Kota Salatiga menggelar ramp check kendaraan umum agar kendaraan yang digunakan oleh pemudik aman dan nyaman selama perjalanan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dan telah memeriksa 33 angkutan umum. Selama pemeriksaan, Dishub Salatiga melakukan pengecekan fisik kendaraan, kelengkapan surat kendaraan, kondisi fisik pengemudi, serta tes urine untuk memastikan tidak ada pengemudi yang mengkonsumsi narkoba.
Foto Arief Rasika
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Salatiga saat melakukan pengecekan terhadap angkutan umum persiapan Lebaran, Rabu (12/4/2023).

[@]Mendekati arus mudik Lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga gencar menggelar ramp check kendaraan umum alias angkutan mudik.

Kegiatan itu bertujuan untuk memastikan keamanan kendaraan umum yang ditumpangi pemudik saat perjalanan menuju ke kampung halaman.
Pantauan Rasika, petugas Dishub Salatiga melakukan pemeriksaan kendaraan yang meliputi pengecekan fisik kendaraan, surat-surat kelengkapan kendaraan, dan kondisi fisik pengemudi.

kegiatan ramp check sendiri dilaksanakan selama dua hari, Selasa-Rabu (11-12/4/2023). Sebanyak 33 angkutan umum antarkota antarprovinsi (AKAP) dan angkutan umum antarkota dalam provinsi (AKDP) telah diperiksa.

“Selama 2 hari diperiksa 33 bus AKAP/AKDP. Hasil ramp check ada dua penyimpangan trayek, kondisi kartu pengawasan (KP) mati ada 4 kasus, 1 KIR mati, 1 pajak mati, 1 kasus tidak dilengkapi papan trayek,” ungkap kadishub, Satuti.

Sementara untuk kesehatan pengemudi, Dishub Salatiga juga telah melakukan tes urine. Hasilnya tidak ditemukan adanya pengemudi yang mengkonsumsi narkoba.

“Untuk kesehatan, nihil pengemudi mengkonsumsi narkoba,” terangnya.

Kepala Terminal Tingkir, Tubagus Kresno, mendukung kegiatan ramp check ini. Menurutnya hal itu bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan perjalanan mudik.

“Kendaraan tersebut harus layak jalan dan layak operasional. Layak jalan itu terkait kondisi teknis, seperti lampu, rem, dan oli. Sementara layak operasional itu terkait dengan dokumen,” papar Tubagus.

Dikatakan, pihaknya juga akan terus pengawasan terhadap kendaraan umum yang menjadi angkutan Lebaran.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]