KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dishanpan Jateng Gelar Pasar Murah di Salatiga, Beras Hanya Rp10.400 per Kg

Dishanpan Jateng Gelar Pasar Murah di Salatiga, Beras Hanya Rp10.400 per Kg

Dishanpan Jateng Gelar Pasar Murah di Salatiga, Beras Hanya Rp10.400 per Kg

Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggelar pasar murah di Kota Salatiga sebagai respons terhadap naiknya harga kebutuhan pokok belakangan ini. Pasar murah tersebut diselenggarakan di dua lokasi, yaitu Balai Kelurahan Tingkir Tengah dan Lapangan Dukuh, menawarkan berbagai bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan daging ayam dengan harga yang lebih rendah dari pasar konvensional.
foto dok IST
antrean warga Salatiga untuk membeli bahan pokok di pasar murah yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Jateng di Balai Desa Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggelar paasar murah di Kota Salatiga, belum lama ini. Pasar murah itu digelar sebagai respons Dishanpan Jateng atas naiknya harga kebutuhan pokok belakangan ini.

Pasar murah digelar di Salatiga ini digelar di dua lokasi, yakni Balai Kelurahan Tingkir Tengah dan Lapangan Dukuh. Dalam pasar murah ini sejumlah bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, hingga daging ayam dijual dengan harga yang lebih rendah daripada harga di pasaran.

Kepala Dishanpan Jateng, Dyah Lukisari, mengatakan pasar murah digelar setelah pihaknya menggelar rapat dengan Kementerian Perdagangan. Dari hasil rapat itu diketahui jika sejumlah barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan seperti beras, bawang putih, dan telur.

“Sehingga pemerintah wajib untuk bisa mengatasi situasi itu supaya bisa dikendalikan. Masyarakat juga bisa membeli barang yang relatif murah,” kata Dyah di sela pasar murah di Balai Kelurahann Tingkir Tengah, Salatiga, Jumat.

Dikatakan dalam pasar murah ini dijual bahan pokok yang lebih murah dibandingkan harga pasaran, antara lain beras per 5 kilogram (kg) Rp52.000 atau Rp10.400 per kg, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur Rp22.500 per kg, dan daging ayam Rp30.000 per kg.

“Tidak ada syarat untuk membeli di pasar murah kali ini. Namun pembelian per orang kita batasi agar tidak dijual kembali, seperti pembelian beras maksimal 10 kg,” ujar Dyah.

Diakuinya, operasi pasar murah ini melibatkan BUMD Jateng, Bulog, pelaku usaha, dan peternak di sekitar Salatiga. Dishanpan Jateng juga memberikan bantuan transportasi untuk para pelaku usaha, sehingga harga yang dijual bisa lebih murah.

“Harga lebih murah ini, memang karena ada bantuan transportasi komoditas dari Dishanpan Jateng. Jadi harga relatif selisih dari yang di pasar,” imbuhnya.

Sementara itu seorang warga, Siti Zulaikhah, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Hal itu dikarenakan barang yang dijual di pasar murah harganya lebih murah daripada di pasar, rata-rata selisih Rp5.000.

“Harga sekarang di pasar mahal. Harapannya ya diturunkan karena kalau mahal, biasanya bisa dapat dua jadi hanya dapat satu,” kata Siti.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]