KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pesta Warna di Lapangan Pancasila Salatiga, Media Seniman dan Warga untuk Berkarya

Pesta Warna di Lapangan Pancasila Salatiga, Media Seniman dan Warga untuk Berkarya

Pesta Warna di Lapangan Pancasila Salatiga, Media Seniman dan Warga untuk Berkarya

Puluhan seniman dari Paguyuban Seniman Kota Salatiga (Semesta) memamerkan kreativitas mereka dengan membuat lukisan dan karya seni lainnya di Alun-alun atau Lapangan Pancasila pada Minggu, 8 September 2024. Kegiatan bertema "Pesta Warna" ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Salatiga dan para seniman, yang mengambil inspirasi dari berbagai objek di sekitar Lapangan Pancasila, seperti Tugu Pancasila, Gunung Merbabu, dan aktivitas masyarakat.
Foto dok IST
Sejumlah seniman yang tergabung dalam Paguyubaan Seniman Kota Salatiga (Semesta), unjuk kebolehan berkarya membuat lukisan dan karya seni lainnya di Alun-alun atau Lapangan Pancasila, Minggu (8/9) pagi.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Puluhan seniman yang tergabung dalam Paguyubaan Seniman Kota Salatiga (Semesta), unjuk kebolehan berkarya membuat lukisan dan karya seni lainnya di Alun-alun atau Lapangan Pancasila, Minggu (8/9) pagi.

Kegiatan bertema ”Pesta Warna” itu merupakan kerja bareng Pemkot Salatiga dan para seniman.

Para seniman dan warga unjuk kebolehan membuat karya dengan objek apa saja yang terlihat dari Lapangan Pancasila.

Ada Tugu Pancasila, Gunung Merbabu, Masjid, Gereja, aktivitas masyarakat, dan lainnya.

Koordinator Semesta, Catur Priyo Utomo menjelaskan, Semesta merupakan wadah bagi para pelaku seni. Tak hanya seni lukis tapi juga seni yang lain untuk berkarya dan berkresi seni.

”Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Salatiga, khususnya kepada Pj Wali Kota Salatiga yang telah memberikan perhatian dan dukungan baik fasilitas maupun ruang kepada seluruh seniman untuk berkarya di Alun-alun Pancasila,” ungkap Catur.

Sementara itu Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani berencana memanfaatkan Alun-alun Pancasila menjadi ajang pekan kreativitas seni bagi warganya.

Langkah awal telah dilakukan dengan melibatkan para pelukis di Kota Salatiga menggelar Pesta Warna.

Ajang berikutnya tidak hanya pelukis, namun juga akan mengajak seniman-seniman lain berkarya di alun-alun tersebut, sehingga keberadaannya lebih ramai dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dari kegiatan Pesta Warna karya seniman dan warga akan dipamerkan di Halaman Pemkot Salatiga.

Yasip berharap pada Peringatan Hari Jadi Kota Salatiga 2025 mendatang, digelar pameran kreativitas Kota Salatiga di sekeliling Alun-alun Pancasila.

”Jadi, pada Hari Jadi Ke-1.275 Kota Salatiga tahun depan, setelah upacara selesai itu tidak garing gitu loh. Setelah upacara, kita bisa melihat hasil karya seni teman-teman yang dipajang di sekeliling alun-alun,” ungkap Yasip.

Caption

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]