KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah Kembali Selenggarakan Vaksinasi Massal Anak

Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah Kembali Selenggarakan Vaksinasi Massal Anak

Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah Kembali Selenggarakan Vaksinasi Massal Anak

SEMARANG – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah, jumat (14/01/2022), kembali menyelenggarakan vaksinasi massal anak / pelajar usia 6-11 tahun dan masyarakat secara door to door di 5 (lima) wilayah yakni Kab Kendal, Brebes, Pekalongan, Wonogiri dan Banjanegara dengan target peserta sebanyak 6.400 orang.

Sekitar 465 nakes dilibatkan dalam kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan binda jateng pada hari ini. Untuk jenis vaksin yang dipergunakan bagi anak / pelajar masih sama yaitu jenis sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM untuk dipergunakan bagi anak / pelajar usia 6 – 11 tahun, sementara untuk masyarakat secara door to door menggunakan vaksin yang tersedia dari Dinas Kesehatan.[irp posts=”30906″ name=”Waspadai Varian Baru, Binda Jateng Sasar Vaksinasi 6 Wilayah”]

Adapun lokasi sentra vaksinasi yang didirikan Binda Jateng sebanyak 7 lokasi yaitu SD Fawatikhul Husna Pegandon, Kec. Pegandon, Kab. Kendal, Balai Desa Pamedaran, Kec.Ketanggungan, Kab.Brebes, Desa Cikakak Kec. Banjarharjo Kab. Brebes, SD Muhammadiyah Pangkah, Kec.Karangdadap, Kab.Pekalongan, SDN Ngadirojo 1, Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, kemudian SDN 01 Dieng Kulon dan SDN 01 Sumberejo Kec. Batur, Kab. Banjarnegara.

Vaksinasi anak / pelajar usia 6 – 11 tahun sangat diperlukan mengingat anak juga rentan tertular virus corona. Dukungan orang tua dan seluruh pihak seperti guru sangat diperlukan untuk suksesnya pelaksanaan vaksinasi anak/pelajar usia 6-11 tahun. Kami berharap orang tua siswa semakin memahami pentingnya vaksinasi untuk anak mereka ditengah pandemi saat ini.

Kemudian vaksinasi door to door masih menjadi strategi binda dalam pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat. Vaksinasi warga secara door to door selama ini telah terbukti meningkatkan partisipasi warga yang akan divaksin. Selain mendirikan sentra vaksinasi, Binda Jateng bersama dengan tenaga Kesehatan juga melakukan jemput bola / door to door warga yang tidak hadir ke sentra vaksinasi. Konsep door to door ini, sangat membantu warga terutama yang memiliki keterbatasan menuju ke sentra-sentra vaksin.

Pada hari sebelumnya binda jateng telah melaksanakan pencanangan / launcing vaksin booster untuk masyarakat di Kota Semarang dan 3 Kab lainnya. Kedepan binda jateng akan kembali melaksanakan vaksinasi booster dengan sasaran kelompok lanjut usia dan kelompok rentan. Seluruh kegiatan vaksinasi ini bertujuan untuk mendukung kebijakan pemerintah menciptakan kekebalan kelompok / herd immunity sehingga masyarakat dapat tahan terhadap virus covid 19 yang terus bermutasi.

Anak / pelajar dan masyarakat yang telah divaksin diminta tetap menerapkan protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker setiap melakukan aktivitas, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]