KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bahu Membahu, Warga dan Relawan serta Anggota Polres Salatiga Bersihkan Sungai Jetis Salatiga

Bahu Membahu, Warga dan Relawan serta Anggota Polres Salatiga Bersihkan Sungai Jetis Salatiga

Bahu Membahu, Warga dan Relawan serta Anggota Polres Salatiga Bersihkan Sungai Jetis Salatiga

Sejumlah Warga dan Relawan Peduli Lingkungan, serta anggota Polres Salatiga saat Bersihkan Sungai Jetis Salatiga Selasa 20.6.23

[@]Untuk mengurangi sampah sekaligus dalam rangkaian Hari Bhayangkara Ke-77, Polres Salatiga bersama warga masyarakat sekitar dan relawan yang tergabung dalam Komunitas Peduli Lingkungan antara lain Komunitas Soramata, Komunitas Salatiga Peduli, Mapala Mitapasa IAIN Salatiga, Mapala Mahesapala STIE AMA, Komunitas Gestimba, Komunitas Bank Sampah, Komunitas BOS GPM, Komunitas BSF Indonesia Raya, Green Ikasmanssa, SAR SERI Salatiga, Menwa IAIN dan Komunitas KAYOM, melaksanakan bersih-bersih sungai Jetis yang terletak di wilayah Sidorejo Lor Salatiga, Selasa 20/05/2023.

Kapolres Salatiga AKBP Feria Kurniawan, menyampaikan tujuan utama dari kegiatan bersih-bersih sungai ini adalah guna menjaga kebersihan lingkungan khususnya sungai karena air merupakan sumber kehidupan, sehingga kualitas air yang mengalir di sungai bisa dijaga dengan salah satu caranya membersihkan sungai dari sampah, selain itu guna menggugah kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sepanjang aliran sungai, agar tidak menjadi sumber bencana baik banjir maupun penyakit.

“kegiatan ini dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-77 Polres Salatiga bersama berbagai Komunitas Peduli Lingkungan bersatu padu membersihkan sungai ini, semoga ke depan tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sebarangan,” jelas Feria Kurniawan.

Kegiatan bersih sungai diawali dengan kumpul bersama dilanjutkan dengan menyusuri sungai dan memunguti setiap sampah yang mengotori sungai, selain itu mengedukasi warga yang tinggal di bantaran sungai agar tidak lagi membuang sampah ke sungai, jangan lagi ada kesan cuma sesekali membuang sampah ke kali, namun apabila dilakukan oleh banyak warga maka sampah akan menumpuk dan menyebabkan masalah, apalagi sampah seperti plastik dan bahan-bahan lainnya yang tidak mudah terurai.

Sulistyo, Ketua RW 10 Kel. Sidorejo Lor menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Polres Salatiga, walaupun medannya sulit mereka semangat membersihkan sampah yang mengotori sungai, dan akan terus mengedukasi warganya untuk tidak membuang sampah di sungai lagi.

Titi Permata, salah seorang relawan yang tergabung dalam komunitas Soramata Salatiga menyampaikan apresiasi dan berharap agar kegiatan kolaborasi seperti ini terus terjalin, butuh orang-orang yang peduli dengan lingkungan agar ekosistem tetap terjaga dengan baik.

“Selamat hari Bhayangkara ke-77 untuk Polres Salatiga, sukses selalu, Salam Presisi” tutupnya.

– Kapolres Salatiga AKBP Feria Kurniawan saat diwawancarai Rasika
– Suasana bersih sungai

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]