KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bayi Laki Laki Mungil Ditemukan Diteras Rumah Warga Sidorejo

Bayi Laki Laki Mungil Ditemukan Diteras Rumah Warga Sidorejo

Bayi Laki Laki Mungil Ditemukan Diteras Rumah Warga Sidorejo

Warga Prampelan RT 4 RW VI, Sidorejo Salatiga gempar menyusul Penemuan bayi berumur 3 hari, Selasa (9/8/2022) malam sekira pukul 21.45 wib.

Kapolsek Sidorejo, AKP Tri Widaryanto saat dikonfirmasi rasikafm.com, Rabu (10/8/2022) membenarkan perihal penemuan bayi tersebut.”Bayi tersebut ditemukan di teras rumah bapak Komari,”katanya.

AKP Tri mengungkapkan bayi mungil tersebut pertama kali ditemukan oleh Yatmiatun (50) warga setempat.”Saat melintas itulah saksi mendengar suara tangisan bayi,”ungkapnya.

Tri menambahkan, setelah didatangi sumber suara tangisan bayi tersebut benar diketahui bahwa terdapat seorang bayi yang diletakkan posisi terlentang dengan kepala di sebelah timur kursi kayu yang berada di pojok utara teras rumah Bapak Komari.

Sementara itu menurut saksi Yatmiatun, bayi tersebut diketahui masih hidup dalam kondisi telanjang dada dan hanya mengenakan pampers serta dibungkus dengan kemeja flanel motif kotak – kotak warna hijau tua kombinasi hitam dengan garis coklat, size L dengan merk EightyEight.

Saksi Yatmiatun saat memberikan keterangan kepada petugas seputar penemuan bayi

“Selain itu di sebelah utara kursi kayu tersebut terdapat satu kantong plastik cap Alfamaft yang berisi 1 pack pampers merk Mammy Poko.” kata saksi.

Yatmiatun menambahkan sebelumnya ia sempat mendengar tangisan bayi, saat ia pulang dari nonton. Lomba 17-an. “saya juga sempat ditanyai oleh orang asing yang katanya sedang mencari mushola, tapi saya tidak curiga” tambah saksi.

Kapolsek Sidorejo saat diwawancarai Rasika FM

Saat ini bayi tersebut sudah dirawat di RSUD, setelah sebelumnya dilakukan pengecekan awal oleh tim RSUD kota Salatiga yang dipimpin Dr. Melati Pramacinta.

Bayi laki laki diperkirakan berusia tiga hari. Dengan panjang 48 cm dan berat badan 3,3 kg.

“Kasus penemuan bayi ini masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Salatiga,”pungkas AKP Tri

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]