KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Berburu Takjil di Pasar “Bukan” Suruh

Berburu Takjil di Pasar “Bukan” Suruh

Berburu Takjil di Pasar “Bukan” Suruh

 

UNGARAN – Selama bulan ramadhan, warga Suruh, Kabupaten Semarang, memiliki tradisi yang cukup unik yaitu dengan mengubah jalan kampung menjadi sebuah pasar yang menjual aneka takjil dan makanan tradisional. Pasar yang hanya buka selama 3 jam ini selalu menjadi tujuan masyarakat dalam mencari takjil maupun lauk pauk untuk berbuka puasa.  Pasar yang diberi nama pasar “Bukan” ini mulai buka pukul 15.30 hingga pukul 18.00.

Farid As’ad, salah seorang tokoh masyarakat setempat menuturkan, pasar Bukan ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak lama. Dahulu lokasinya berada di terminal Suruh. Seiring berjalannya waktu, pasar bukan yang menyajikan berbagai menu tradisional seperti lotek, lupis, jenang lemu, jenang candil, kolam dan sebagainya perlahan hilang. Oleh karena itu, ia bersama pemuda kampung setempat berniat menghidupkan kembali kuliner lokal dengan menghadirkan pasar bukan. saat ini setidaknya ada 55 pedagang baik warga lokal maupun warga dari luar kecamatan suruh yang menjajakan aneka makanan dan minuman.

Bagi masyarakat sekitar, adanya pasar Bukan menjadi salah satu hal yang menggembirakan di bulan ramadhan karena mereka bisa membeli aneka lauk pauk serta berbagai jenis takjil untuk hidangan buka puasa. Bagi anda yang hendak berburu takjil, tak ada salahnya berkunjung ke pasar bukan yang hanya buka setahun sekali. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
[pekok2]