URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemantauan harga dan stok bahan pokok dilakukan Wali Kota Salatiga Robby Hernawan bersama Kapolres AKBP Ade Papa Rihi di Pasar Raya 1, Toko Dadi Agung, dan Pasar Rejosari, Sabtu (14/3/2026), guna memastikan ketersediaan pangan tetap aman serta mencegah penimbunan menjelang Idul Fitri.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pastikan Stok Aman, Wali Kota dan Kapolres Salatiga Sambangi Pasar

Pastikan Stok Aman, Wali Kota dan Kapolres Salatiga Sambangi Pasar

Pastikan Stok Aman, Wali Kota dan Kapolres Salatiga Sambangi Pasar

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan dan Kapolres AKBP Ade Papa Rihi meninjau langsung harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah titik strategis pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota bersama Forkopimda memastikan stabilitas harga serta keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Pemantauan diawali dengan mengunjungi Pasar Raya 1, dilanjutkan ke Toko Dadi Agung, dan diakhiri di Pasar Rejosari. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi fluktuasi harga sekaligus memastikan distribusi pasokan pangan dari hulu hingga hilir berjalan lancar.

Di sela kunjungan, Robby berdialog langsung dengan para pedagang dan pembeli untuk mendengar kondisi riil di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan, secara umum stok bahan pangan pokok di Kota Salatiga dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Meskipun terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas seperti ayam, ikan, dan cabai, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar serta dipengaruhi oleh faktor cuaca.

Kegiatan pengecekan ini merupakan bentuk sinergitas Forkopimda Kota Salatiga dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok penting agar masyarakat tetap merasa tenang serta tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan sehari-hari.

Selain melakukan pemantauan harga dan stok, Forkopimda Kota Salatiga juga mengimbau kepada para pedagang agar tetap menjaga stabilitas harga serta tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu gejolak di tengah masyarakat.

“Laporkan kepada kami apabila ada spekulan yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan atau perbuatan pidana lainnya”, pesan Ade.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan distribusi bahan pokok penting di wilayah Kota Salatiga tetap lancar, harga tetap terkendali, serta kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved