KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Besaran Target Retribusi Sampah di Salatiga Tahun 2026 Rp 3,4 M

Besaran Target Retribusi Sampah di Salatiga Tahun 2026 Rp 3,4 M

Besaran Target Retribusi Sampah di Salatiga Tahun 2026 Rp 3,4 M

Kepala DLH Salatiga, Yunus Juniadi

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Memasuki tahun 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Salatiga ditarget pemasukan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi sampah sebesar Rp 3,4 miliar. Hal ini diungkapkan, Kepala DLH Salatiga, Yunus Juniadi.

‘Target kami di PAD untuk APBD 2026 sebesar Rp 3 4 miliar. Cukup besar targetnya semoga bisa tercapai,” ungkap Yunus ditemui di Gedung DPRD Salatiga.

Sementara itu untuk retribusi khusus yakni Retribusi Pelayanan Kebersihan dan Persampahan (RPKP) sampai Jumat 20 Februari 2026, DLH sudah mendapatkan pemasukan sebesar Rp 180 juta.

Yunus menghimbau masyarakat harus terlibat aktif dalam pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga, dasawisma, RT dan RW, serta fokus pada sampah yang dihambat di dalam pagar.

Kemudian pemilahan sampah menjadi kunci, yang penting ada niat, komunikasikan dengan DLH. “Kita akan cari jalan keluar bersama,” katanya.

Diketahui Pemkot Salatiga melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga menerapkan RPKP (Retribusi Pelayanan Kebersihan dan Persampahan) mulai 1 Januari 2026 berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2024.

Kebijakan ini bertujuan mengurangi beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ngronggo Salatiga. Pemilahan sampah di Salatiga sudah dilakukan warga kemudian sampah bisa dijual ke bank sampah yang dikelola warga masyarakat.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]