KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Diduga Stres, Seorang Warga Sidorejo Nekat Gantung Diri

Diduga Stres, Seorang Warga Sidorejo Nekat Gantung Diri

Diduga Stres, Seorang Warga Sidorejo Nekat Gantung Diri

HS, Seorang lelaki setengah baya, ditemukkan tewas gantung diri di rumah kosong, di Jalan Margosari Kecamatan Sidorejo Salatiga, Jumat (26/11/2021) sore. Keterangan yang dihimpun menyebutkan kejadian ini diketahui sekitar pukul 15.00 WiB.

Saat itu kakak korban, Dwi Ristiani mendapat pesan WA dari istri korban Yulia, menanyakan keadaan korban yang tidak ada kabarnya karena sedang disuruh untuk membersihkan rumah. Selanjutnya sekitar pukul 16.00 WIB kakak korban berinisiatif mencari korban ke lokasi.

Ia memanggil nama korban karena rumah dalam keadaan kosong dan terkunci. Karena tak ada respons, ia meminta pertolongan kepada warga untuk membuka pintu samping rumah secara paksa dengan cara mencongkel dengan linggis.

Setelah pintu terbuka mendapati korban sudah keadaan meninggal dunia cara gantung diri menggunakan tali warna orange yang diikatkan pada bagian kayu di ruang dapur. Atas kejadian tersebut saksi langsung menghubungi pihak RT / RW dan kemudian menghubungi Polres Salatiga.

Kapolsek Sidorejo saat memantau tkp korban gantung diri

Dari hasil pemeriksaan Kasi Dokkes Polres Salatiga IPTU Mulyadi, AMK beserta tim identifikasi Polres Salatiga.

Saat berada di tkp, Kapolsek Sidorejo Iptu Tri Widaryanto menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Korban gantung diri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Kapolsek

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]