KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Film “Eternals” Tayang di Indonesia 10 November

Film “Eternals” Tayang di Indonesia 10 November

Film “Eternals” Tayang di Indonesia 10 November

“Eternals”, film ke-25 dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) yang memperkenalkan 10 pahlawan super baru yang belum pernah terungkap sebelumnya, akan tayang pada 10 November 2021 di Indonesia.

“Eternals” menghadirkan kisah tentang sekelompok pahlawan dari luar angkasa yang telah melindungi Bumi sejak awal peradaban manusia. Ketika Deviants, makhluk jahat yang telah lama hilang, secara misterius kembali mengancam, para Eternals harus bersatu kembali guna menyelamatkan umat manusia.

Marvel Studios’ “Eternals” mengambil inspirasi dari buku komik Marvel “Eternals” karya Jack Kirby, yang pertama kali diterbitkan pada 1976. Kisah “Eternals” akan membawa para penggemar menjelajahi periode waktu yang belum pernah diangkat sebelumnya. Film ini juga memperkenalkan beragam karakter dengan latar belakang yang begitu kaya.

Eternals merupakan ras alien abadi dari planet Olympia yang datang ke Bumi ribuan tahun lalu untuk melindungi umat manusia dari alien predator yang dikenal sebagai Deviants. Setelah bertahun-tahun bebas dari ancaman Deviants, para Eternals akhirnya harus mendengar berita tentang kembalinya makhluk tersebut dari Celestials, sosok pencipta yang sebelumnya muncul di film “Guardians of the Galaxy”.

Eternals merupakan sebuah kelompok yang kuat–kombinasi yang sempurna antara para pemikir dan pejuang. Mereka berbagi energi kosmik yang sama, namun bermanifestasi menjadi kekuatan yang berbeda-beda bagi setiap individu. Ketika menghadapi sebuah ancaman, kekuatan mereka saling melengkapi satu sama lain. Akan tetapi, di luar itu, mereka terlihat seperti sebuah keluarga biasa yang saling mendukung satu sama lain, namun tetap memiliki perselisihan.

Seperti dilansir Antara, cerita dalam film ini juga mengangkat dua periode waktu yang berbeda. Periode pertama berlatar di masa lampau, ketika para Eternals bekerja sama sebagai tim yang tangguh dan menjadi sebuah keluarga.

Jajaran pahlawan “Eternals” merupakan yang terbesar dalam sepanjang sejarah MCU hingga saat ini. Mereka terdiri dari sederet bintang dari berbagai negara dengan karakteristik yang beragam.

Produser Nate Moore menjelaskan lebih detail, dikutip dari keterangan resmi, Minggu, “Yang menarik tentang ‘Eternals’, bahkan dari sisi naratif adalah, Celestials yang menciptakan Eternals sendiri, ingin merekrut sekelompok orang yang dapat berbaur di Bumi. Dan seperti yang kita ketahui, manusia di Bumi terdiri dari berbagai macam masyarakat, dimana terdapat orang-orang yang terlihat berbeda dan datang dari segala usia. Aspek inilah yang memungkinkan kami untuk membangun karakter dengan pemeran berbakat yang juga beragam.”

Sutradara “Eternals”, Chloé Zhao menambahkan, “Kami memiliki para aktor yang sangat berbakat, unik, dan beragam. Perjalanan dan transformasi dari karakter-karakter yang digambarkan melalui film ini, mewakili banyak aspek berbeda dari sifat manusia dan dualitas yang rumit dalam diri kita semua.”

“Eternals” diperankan oleh Gemma Chan, Richard Madden, Kumail Nanjiani, Lia McHugh, Brian Tyree Henry, Lauren Ridloff, Barry Keoghan, Don Lee, Kit Harington, Salma Hayek, dan Angelina Jolie. Disutradarai oleh Chloé Zhao bersama Kevin Feige dan Nate Moore sebagai produser serta Victoria Alonso dan Kevin de la Noy sebagai produser eksekutif. “Eternals” dibuat berdasarkan cerita karya Ryan Firpo & Matthew K. Firpo, dengan naskah yang dibuat oleh Chloé Zhao dan Patrick Burleigh.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
[pekok2]