KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Hendi Bangun Mall Pelayanan Publik di Kota Semarang

Hendi Bangun Mall Pelayanan Publik di Kota Semarang

Hendi Bangun Mall Pelayanan Publik di Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi tengah menyiapkan sebuah mall pelayanan publik di Ibu Kota Jawa Tengah. Diharapkan dengan mall pelayanan publik, pelayanan publik pada wilayah yang dipimpinnya dapat lebih efektif dan efisien. Hal itu diupayakannya untuk dapat lebih mendukung aktivitas masyarakat yang berhubungan dengan layanan pemerintahan,

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu menerangkan nantinya masyarakat yang akan mengurus perijinan dan pelayanan lainnya cukup dilayani di satu area tersebut. Dan untuk lokasi mall pelayanan publik itu sendiri diungkapnnya memanfaatkan gedung yang ada area Terminal Mangkang, Kota Semarang.

Dirinya pun menekankan jika Mall Pelayanan Publik tersebut diinisiasi untuk dapat menyederhanakan proses birokrasi, sehingga tidak terkesan berbelit. “Jadi konsep Mall Pelayanan Publik ini bukan hanya menyatukan layanan secara fisik, tetapi terutama secara sistem, sehingga terjadi penyederhanaan dalam pengelolaan data dan informasi dalam proses pelayanan kepada masyarakat,” tutur Hendi.

“Alur perizinan pada layanan pemerintah yang sering dianggap berbelit bisa diurai dengan konsep Mall Pelayanan Publik (MPP) di mana pemberi layanan mulai dari pemerintah, BUMN/D, dan swasta bisa menerapkan sistem yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat di satu area,” imbuh Wali Kota Semarang itu.

Hendi juga menegaskan bahwa terwujudnya integrasi antar penyedia layanan bermuara pada penyederhanaan birokrasi pelayanan yang menimbulkan efisiensi waktu, biaya, serta kemudahan mendapatkan produk layanan, baik layanan administrasi, barang, dan jasa. “Tujuan integrasi pelayanan melalui MPP adalah untuk menciptakan iklim yang kondusif baik bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kota Semarang,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Tata Ruang Kota Semarang, Irwansyah menjelaskan nantinya akan ada 225 jenis layanan dari 15 OPD Kota Semarang yang bergabung di MPP yakni DPMPTSP, DLH, Diskominfo, Distaru, Disdukcapil, Dishub, Dinkes, DPU, Bapenda, BPKAD, Dinas Perdagangan, Disnaker, Dinas Perindustrian, Dinas Arpus, dan DISBUDPAR, termasuk di dalamnya 38 jenis layanan instansi di luar Pemerintah kota Semarang antara lain DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, ATR/BPN, Kantor Samsat, Kantor Imigrasi, KPP Pratama, POLRESTABES, Kemenkumham Divisi Pelayanan, BP3TKI Semarang, Bank Jateng, BPJS Kesehatan, BPOM, Bea Cukai, PDAM, BPJS.

Irwansyah menambahkan saat ini progres Mall Pelayanan Publik sedang dalam tahap penyelesaian pekerjaan interior. “Kita sedang menyelesaikan pekerjaan terkait interior dan mebelair. Untuk selanjutnya, terkait sistem jaringan dikerjakan oleh kawan-kawan DPMPTSP. Diharapkan bisa dilaunching bertepatan dengan Hari Jadi Kota Semarang tanggal 2 Mei mendatang,” imbuh Irwansyah.

Mall Pelayanan Publik Kota Semarang ini berada di Gedung A lantai 2 Komplek Terminal Mangkang yang termasuk dalam wilayah administrasi Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Harapannya keberadaan Mall Pelayanan Publik yang letaknya strategis karena selain sebagai pusat moda transportasi dapat dikemas sekaligus sebagai pusat perbelanjaan dan wisata.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]