KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Hendi Tingkatkan Sinergitas Pembangunan dengan Perguruan Tinggi

Hendi Tingkatkan Sinergitas Pembangunan dengan Perguruan Tinggi

Hendi Tingkatkan Sinergitas Pembangunan dengan Perguruan Tinggi

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menandatangani kerja sama dalam bidang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pada Kamis (1/9). Kesepakatan Bersama Antara Universitas Semarang (USM) dengan Pemerintah Kota Semarang dilaksanakan terkait pemanfaatan Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi dalam pemajuan Kota Semarang.

Adapun ruang lingkup kesepakatan yang dilakukan berupa pelaksanaan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepakatan selanjutnya, Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, penyediaan Tenaga Ahli, Seminar, Lokakarya, Diskusi Kelompok Terarah serta Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di wilayah binaan, dan bidang-bidang lain yang disepakati.

Jalinan kerja sama yang akan dibangun ini memiliki jangka waktu kesepakatan selama 5 tahun dan berlaku sampai 31 Agustus 2027. Sehingga dengan adanya kerjasama ini menjadi sebuah komitmen USM untuk lebih berkontribusi pada Kota Semarang.

“Di perguruan tinggi kan ada Tri Dharma Pendidikan dan salah satunya adalah bagaimana perguruan tinggi bisa memberikan kontribusi langsung pada masyarakat. USM berada di Kota Semarang dan Alhamdulillah banyak berkontribusi untuk memajukan Kota Semarang,” ujar Hendi sapaan akrab Wali kota Semarang di Ruang Teleconference Lantai 8 Gedung Menara USM.

Pada kesempatan tersebut, Hendi menyampaikan harapannya bahwa semua bisa merasakan manfaat dan progres yang lebih baik terutama pengembangan institusi dan wilayah. “Saya juga yakin USM bisa memberikan kontribusi luar biasa, saling bergotong royong untuk semarang hebat dan maju,” tutur Hendi.

Hendi juga tidak lupa menyampaikan pesan Presiden Jokowi bahwa kekompakan menjadi kunci dalam menangani persoalan pembangunan. “Kata kunci yang disampaikan Bapak Presiden adalah berhasilnya kita menangani persoalan-persoalan ini karena adanya kekompakan, persatuan, kolaborasi dan gotong royong. Jadi saya rasa pesan ini bisa membangun Semarang lebih cepat,” lanjut Hendi.

Sementara itu, Rektor USM Dr. Supari menyampaikan bahwa USM merupakan salah satu unsur kecil di Kota Semarang, sehingga apapun kegiatan yang dilaksanakan adalah bertujuan untuk Kota Semarang.

“Kami coba genjot adik-adik, temen-temen mahasiswa, temen-temen rekan dosen semua, bahkan larinya ke dukungan finansial saya arahkan untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk Kota Semarang. Sehingga dengan MOU ini kami di USM akan semakin tancap gas untuk mendukung program mas Hendi di Kota Semarang,” pungkas Supari.

USM telah turut andil dalam pembangunan Kota Semarang. Beberapa di antaranya seperti pipa resapan, membuat halte untuk mempercantik kota, penanaman pohon yang merupakan varietas silangan unggul serta beberapa program lainnya.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]