KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu

Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu

Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu

Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat ditemui di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah di Ungaran, Jumat (9/10/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan kasus perundungan yang menyebabkan meninggalnya seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang. Ia menegaskan, upaya membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman harus diperkuat agar kasus kekerasan di lingkungan pendidikan tidak kembali terulang.

Abdul Mu’ti mengakui, meskipun pemerintah telah menerbitkan berbagai kebijakan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, pelaksanaannya di lapangan masih belum optimal.

“Kami merasa sangat prihatin atas kejadian kekerasan yang masih saja terjadi di sekolah-sekolah di Indonesia. Peristiwa yang terjadi di Pemalang dan mungkin juga daerah lainnya, mudah-mudahan tidak terus terulang di masa-masa yang akan datang,” kata Abdul Mu’ti di Ungaran, Jumat (10/10/2026).

Abdul Mu’ti menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Menurut dia, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga harus berlanjut di lingkungan keluarga, masyarakat, hingga ruang digital. Ia juga menyoroti pengaruh media, khususnya internet dan media sosial, yang berpotensi menjadi sumber inspirasi perilaku kekerasan bagi anak-anak.

“Banyak pelaku kekerasan itu terinspirasi oleh apa yang mereka tonton di media, terutama di internet dan media sosial. Anak-anak tidak tahu membedakan antara dunia nyata dengan dunia maya, sehingga kadang-kadang apa yang mereka lihat itu kemudian mereka lakukan dalam kehidupan nyata,” jelasnya.

Menurut dia, Kemendikdasmen telah melakukan berbagai upaya untuk menegakkan kebijakan budaya sekolah yang aman dan nyaman di seluruh satuan pendidikan. Namun, implementasi kebijakan tersebut masih perlu ditingkatkan. Karena itu,

“Kami berkomitmen memperkuat pelaksanaan kebijakan tersebut, sekaligus mendorong penerapan budaya ASRI, yakni aman, sehat, resik, dan indah, sebagaimana menjadi kebijakan Presiden,” sambungnya.

Terkait kasus di Pemalang, Abdul Mu’ti mengatakan, Kemendikdasmen telah menerjunkan tim Inspektorat Jenderal (Irjen) untuk menemui keluarga korban. Tim dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Jawa Tengah juga telah berkoordinasi dengan bupati, kepala dinas, serta masyarakat setempat.

“Kami telah berusaha agar persoalan ini diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Abdul Mu’ti menegaskan, pencegahan kekerasan terhadap anak membutuhkan kerja sama antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan media. Pembinaan di sekolah, kata dia, tidak akan cukup tanpa dukungan keluarga. Demikian pula pembinaan di sekolah dan keluarga perlu diperkuat dengan lingkungan masyarakat yang mendukung tumbuh kembang anak secara positif.

“Peran teman-teman media, baik yang aktif di media massa maupun media sosial, tidak kalah pentingnya untuk menyebarkan berita-berita baik, sehingga anak-anak kita meniru hal-hal yang baik, bukan meniru hal-hal yang tidak baik,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
Sebanyak 100 anak berkebutuhan khusus mengikuti pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut gratis dalam kegiatan “Senyum Sehat untuk Anak Istimewa” di Kecamatan Semarang Barat, Minggu (4/10/2026). Kegiatan yang digelar menjelang Hari Cerebral Palsy Sedunia ini melibatkan dokter gigi anak sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua tentang perawatan kesehatan gigi anak.
Senyum Sehat untuk Anak Istimewa, 100 Anak Difabel Ikuti Pemeriksaan Gigi Gratis
[pekok2]