KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Makan Malam Gak Harus Bayar Pakai Uang

Makan Malam Gak Harus Bayar Pakai Uang

Makan Malam Gak Harus Bayar Pakai Uang

Dia menerima pembayaran dengan baju pantas pakai, rosok atau barang bekas elektronik, botol, kertas, dan benda-benda lain yang tidak dimanfaatkan. “Orang kalau tidak bisa makan berarti tidak punya uang, tapi mereka bisa mencari barang-barang bekas yang dapat ditukarkan dengan makanan,” kata Wicaksono.

Alasan dia menerima pembayaran dengan barang-bekas adalah menolong orang lain. “Baju layak pakai bisa kita salurkan ke yang membutuhkan, barang rosok bisa dijual untuk operasional warung. Jadi masih berguna juga barang-barang itu,” paparnya.

Dikatakan, pemikiran membuka warung tersebut selain berdasar pengalaman pribadi yang pernah kesusahan untuk makan, juga dorongan dari teman-teman. “Teman-teman memiliki hobi memancing. Kemudian seringkali kita mendapat ikan yang banyak lalu dibagikan kepada siapa saja yang ingin. Lalu sejak sekitar dua tahun lalu, selain ikan kita menambahi dengan sayuran. Siapa yang mau makan ikan dan sayur, silakan mengambil tiap hari Minggu,” paparnya.

Wicaksono mengungkapkan Warung Sak-Sak’e hanya buka malam hari karena saat siang, lokasi warung tersebut digunakan untuk bengkel Las. “Saya membuka bengkel las, jadi siang untuk kerja, malam buka warung. Pengunjung selain warga biasa juga ada teman-teman dari komunitas,” katanya.

Sementara itu Galang salah seorang warga Tingkir mengaku bangga atas apa yang dilakukan oleh Wicaksono ini “saya tau ada warung Sak Sak’e dari medos, saya sendiri membawa besi buat “bayarnya” semoga yang dilakukan om Ucok ini bisa menginspirasi yang lain” tutur Galang yang datang bersama teman teman club KLX Supermoto ini.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]