KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Makan Malam Gak Harus Bayar Pakai Uang

Makan Malam Gak Harus Bayar Pakai Uang

Makan Malam Gak Harus Bayar Pakai Uang

SALATIGA, rasikafm.com – Sejak pandemi melanda negeri ini justru banyak pihak yang kreatif, bahkan diantara mereka ada yang ingin berbagi kebaikan. Baik donasi uang, makanan atau barang demi membantu sesama yang membutuhkan.

Tak terkecuali dikota Salatiga, bahkan dikota penuh toleransi ini sejak 2 pekan viral setelah munculnya warung Sak Sak’e yang dimotori oleh Wicaksono. Warga Kelurahan Kutowinangun lor kecamatan Tingkir. Rt 8 rw 1 Salatiga. Karena diwarung ini kita bisa makan malam namun bayarnya pakai barang.

Jika merajut pada KUBI Sak-sak’e dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan terserah. Kata ini menjadi pilihan Wicaksono Dwi Siswadi, warga RT 8/RW 1 Kelurahan Kutowinangun Lor Kecamatan Tingkir Kota Salatiga untuk menamakan warung makan yang didirikannya.

 

Wicaksono pemilik warung sak sak’e saat diwawancarai media (Video: Arief)

Sejak dua minggu lalu, Wicaksono dan istrinya, Paula Gatiari mengelola Warung Sak-Sak’e. Warung makan ini buka mulai pukul 18.00 hingga malam hari. Selain makanan, juga menyajikan aneka minuman.

Uniknya di Warung Sak-Sak’e adalah pembeli tak harus membayar dengan uang tunai. “Mau bayar pakai apa saja silakan, yang penting adalah jangan ada yang kelaparan, semua orang bisa makan,” kata Wicaksono, Kamis malam (23/9/2021).

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]