KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang tidak akan melakukan riset atau kajian secara mandiri terkait rencana pengembangan geothermal di Gunung Ungaran. Pemkab menilai kewenangan penelitian berada di pemerintah pusat karena proyek tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, Pemkab Semarang dalam hal ini hanya berperan sebagai fasilitator. Sementara keputusan terkait kelanjutan proyek geothermal berada di tangan pemerintah pusat.

“Kalau riset mandiri bukan kewenangan kita. Karena itu kan PSN, kewenangannya di kementerian,” kata Ngesti dikonfirmasi di Ungaran, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, apabila riset atau kajian terkait geothermal dilakukan, pemerintah pusat melalui kementerian terkait maupun pihak yang ditunjuk harus melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, stakeholder, serta masyarakat. Ngesti menyebut pelibatan berbagai pihak penting agar informasi mengenai geothermal dapat disampaikan secara terbuka dan masyarakat memperoleh pemahaman berdasarkan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Segala sesuatu yang nanti akan dilaksanakan di masyarakat harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan juga dengan perwakilan stakeholder terkait,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Semarang telah melaporkan kondisi dan aspirasi masyarakat terkait geothermal Gunung Ungaran kepada Gubernur Jawa Tengah. Pemkab juga mengambil langkah untuk sementara menghentikan proses yang berkaitan dengan rencana tersebut.

“Kami mendorong adanya konsultasi publik yang melibatkan seluruh pihak. Masyarakat perlu mendapatkan penjelasan langsung dari kementerian terkait mengenai rencana pengembangan geothermal, termasuk potensi dampak dan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, sejumlah kepala desa bersama Forkopimda, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan BPD sebelumnya pernah melakukan kunjungan ke kawasan geothermal Patuha di Jawa Barat untuk melihat secara langsung kondisi di lokasi.

“Kita lihat secara riil, jangan hanya nanti ada informasi yang belum pasti. Nanti masyarakat mudah percaya itu yang akhirnya membuat Kabupaten Semarang tidak kondusif,” tegasnya.

Ngesti berharap pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap rencana geothermal Gunung Ungaran, termasuk relawan dan masyarakat, dapat duduk bersama dan memperoleh informasi langsung dari lokasi yang telah memiliki kegiatan geothermal.

“Misalnya yang dekat di Wonosobo, di Dieng. Ayo kita ke sana, kita lihat seperti apa. Ini biar nanti secara riil tahu,” katanya.

Ia menegaskan, Pemkab Semarang tetap akan mengawal setiap tahapan yang berkaitan dengan masyarakat. Namun, untuk aspek riset dan kajian teknis, pemerintah daerah tidak mengambil alih kewenangan pemerintah pusat.

“Jadi nanti saat riset atau kajian dari kementerian terkait, atau mungkin oleh pihak PLN Persero, akan melibatkan Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Semarang, termasuk para pihak dan masyarakat. Ini sifatnya terbuka,” pungkasnya.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Job Fair ke-49 pada 22–23 Oktober 2026 di Balairung UKSW, Salatiga, pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan 393 lowongan dari lebih dari 35 perusahaan dan sekolah, serta menyediakan lokakarya karier, konsultasi kesiapan kerja, dan kesempatan mengikuti tes seleksi secara langsung.
393 Loker dari 35 Perusahaan Tersedia dalam Job Fair UKSW ke-49
Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
[pekok2]