KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

Sejumlah warga dan komunitas yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggalang tanda tangan massal penolakan pengeboran Gunung Ungaran untuk PLTP (geothermal), di basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026) sore. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau geothermal di Gunung Ungaran mulai muncul. Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pengeboran Gunung Ungaran. Aksi tersebut digelar di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026) sore.

Salah satu masyarakat yang turut menyuarakan penolakan adalah Parmin, aktivis di Kabupaten Semarang. Ia mengaku khawatir rencana pengeboran tersebut justru menimbulkan dampak yang sulit dikendalikan dan berpotensi menjadi beban bagi generasi mendatang.

“Seperti kejadian lumpur Lapindo di Sidoarjo, manusia tidak mampu mengatasi. Saya punya anak cucu di Kabupaten Semarang. Jangan sampai anak cucu saya nanti menjadi korban atas kesalahan pengeboran Gunung Ungaran,” kata Parmin.

Menurutnya, alam seharusnya dijaga dan dirawat, bukan dieksploitasi tanpa mempertimbangkan risiko yang mungkin muncul.

“Gunung Ungaran ini adalah gunung api yang sedang tidur. Dulu Gunung Ungaran pernah meletus dahsyat. Sekarang sudah tidur, makanya jangan dirusak.”

“Ibarat macan kalau tidur jangan digurah (dibangunkan), nanti ngamuk. Kita sebagai manusia tidak akan mampu menanggulangi kalau sampai terjadi sesuatu,” katanya.

Ia menilai manusia merupakan bagian dari alam yang kehidupannya bergantung pada ketersediaan air, tanah, udara, dan sumber daya alam lainnya. Karena itu, menurut dia, setiap upaya pemanfaatan sumber daya alam harus mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan.

“Oleh karena itu, mari kita tolak adanya pengeboran Gunung Ungaran. Ini sangat berisiko tinggi. Saya selaku orang tua hanya bisa menasihati anak cucu agar mereka tidak menjadi korban,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku budaya di Kabupaten Semarang, Sutikno, mengatakan Gunung Ungaran memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam menyediakan sumber air dan mendukung sektor pertanian.

“Ini betul-betul simbol Ibu Pertiwi yang menghidupi, baik air maupun tanamannya, sehingga menjadi berkah bagi para petani,” kata Sutikno.

Ia mengatakan kekhawatiran terhadap rencana pemanfaatan panas bumi di Gunung Ungaran bukan kali pertama disuarakan. Menurutnya, para budayawan dan seniman di Kabupaten Semarang pernah melakukan penolakan serupa pada 2010.

“Di tahun 2010 kami bersama para budayawan dan rekan-rekan seniman pernah menolak hal itu. Dengan pertimbangan yang sungguh bijak, kemudian pengeboran dibatalkan,” ujarnya.

Sutikno kini kembali mempertanyakan rencana pengeboran tersebut. Ia khawatir aktivitas pengeboran dan pemanfaatan panas bumi dapat memengaruhi keberadaan sumber air di kawasan Gunung Ungaran.

“Apakah mereka belum mempelajari dulu tentang hidrologinya? Karena akibatnya sungguh akan menguras air yang terkandung di Gunung Ungaran. Itu yang menjadi kekhawatiran kami,” katanya.

Menurutnya, dampak yang dikhawatirkan tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar Gunung Ungaran, tetapi juga wilayah yang bergantung pada sumber air dari kawasan tersebut.

“Tidak hanya masyarakat Kabupaten Semarang, tetapi sampai seluruh Semarang dan Kendal. Bahkan sumber air yang kita manfaatkan di Jawa Tengah juga ada yang berasal dari Gunung Ungaran,” ujarnya.

Ia mencontohkan keberadaan Kali Garang yang selama ini menjadi salah satu sumber air penting. Karena itu, ia berharap kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan dari proyek geothermal tersebut mendapat perhatian serius.

“Bagaimana kalau Kali Garang menjadi Kali Garing? Yang kekeringan itu akan merusak lingkungan. Biarlah mereka berkata tidak akan terjadi apa-apa, tetapi kekhawatiran kita ketika itu terjadi, air nanti akan tiada lagi dan kita akan kekeringan,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
[pekok2]