KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Penganiayaan Berujung Maut di Hotel Asia Semarang

Penganiayaan Berujung Maut di Hotel Asia Semarang

Penganiayaan Berujung Maut di Hotel Asia Semarang

SEMARANG – Seorang pria meninggal dunia usai menjadi korban penganiayaan di kamar 17 Hotel Oewa Asia yang berada di Jalan Kolonel Sugiono nomor 12, Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kamis (20/10/2022) dinihari.

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Budi Abadi mengatakan, korban bernama Rizal Anggriawan alias Kacang warga Udowo Timur, Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara. Pria berusia 34 tahun ini meninggal dunia di RSUP Kariadi karena mengalami sejumlah luka di kepala dan tusukan di tubuhnya.[irp posts=”44188″ name=”Penganiayaan Berujung Maut di Hotel Asia Semarang Terungkap, Polisi: Motifnya Cemburu”]

“Korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis di rumah sakit,” ujar Kompol Budi saat dikonfirmasi.

Budi menerangkan, kasus ini kali pertama diketahui oleh pegawai hotel tersebut ketika kamar korban dalam keadaan bersimbah darah. Awalnya, saksi hendak melayani tamu di dekat kamar korban menetap.

Kemudian, saat perjalanan menuju kamar, saksi melihat ada bercak darah di lantai. Lalu saksi mengikuti jejak tersebut dan berakhir di kamar korban.

“Saksi bernama Ridwan hendak melayani tamu yang datang di kamar 19 mendapati ada bercak darah di lantai. Oleh saksi bercak darah itu kemudian diikuti dan ternyata berasal dari kamar korban. Namun setelah saksi mengecek, kamar korban sudah dalam keadaan kosong,” jelas Budi.

Setelah dilakukan penelusuran dan penyelidikan oleh tim gabungan Polsek Semarang Utara dan Resmob Polrestabes Semarang diketahui bahwa pemesan kamar 17 ini diketahui bernama Nurul Mustofa yang merupakan warga Darat Lasimin. Polisi langsung bergerak dan menemukan korban penganiyaan di ruang IGD RSUP Kariadi.

“Ternyata korban dibawa oleh rekanya menggunakan motor ke RSUP Kariadi dengan alasan untuk menyelamatkan korban,” paparnya.

Unit Resmob Polrestabes Semarang yang melakukan kini tengah pemeriksaan terhadap para saksi dan barang bukti. Kepolisian menduga bahwa pelaku penganiayaan merupakan orang dekat dari korban.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]