KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pengusaha Resto dan Kafe di Kudus Berharap Kelonggaran Jam Operasional

Pengusaha Resto dan Kafe di Kudus Berharap Kelonggaran Jam Operasional

Pengusaha Resto dan Kafe di Kudus Berharap Kelonggaran Jam Operasional

Susana salah satu tempat usaha cafe di Kabupaten Kudus (Foto/IST)

RASIKAFM – Pengusaha restoran dan kafe yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus, berharap mendapatkan kelonggaran dalam mengoperasikan usaha mereka hingga pukul 21.00 agar tetap jalan dan tidak merugi.

Ketua PHRI Kabupaten Kudus, Tri Suyitno menyatakan, dengan penerapan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat pelaku usaha memang sangat terbebani karena pemasukan tidak sebanding dengan biaya operasional. Untuk itulah, pihaknya berharap ada kelonggaran karena aturan sebelumnya disektor usaha kuliner, termasuk restoran dan kafe, dibatasi operasionalnya hingga pukul 19.00 WIB untuk makan di tempat, sedangkan hingga pukul 21.00 WIB khusus pesanan via daring atau pembelian untuk dibawa pulang.

Dengan kelonggaran tersebut, harapannya usaha masih bisa bertahan tanpa harus merugi, karena sebagian pengusaha restoran terpaksa menutup usaha sementara serta sebagian lagi merumahkan karyawannya karena pemasukan sangat terbatas.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]