KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pj Wali Kota Salatiga Lepas Kirab Budaya Dalam Rangka HUT Pemuda Pancasila ke 63

Pj Wali Kota Salatiga Lepas Kirab Budaya Dalam Rangka HUT Pemuda Pancasila ke 63

Pj Wali Kota Salatiga Lepas Kirab Budaya Dalam Rangka HUT Pemuda Pancasila ke 63

Penjabat Wali Salatiga Sinoeng N Rachmadi bersama Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit berkenan melepas Kirab Budaya Garuda Pancasila. Kirab dalam rangka peringatan HUT Ke- 63 Pemuda Pancasila.

Kegiatan tersebut dimulai dari Halaman Kantor DPRD, Minggu (13/11/22).

Kirab Budaya Pancasila menempuh rute dari: Halaman Kantor DPRD Kota Salatiga – Jalan Letjend Sukowati – Perempatan Surabaya Motor – Jalan Kesambi – Jalan Pemotongan – Pertigaan Muh Yamin – Pertigaan Selasar Kartini – Jalan Adi Sucipto – Finish Halaman Kantor DPRD.

Peserta pawai diikuti oleh: Patwal, Ranger, spanduk, maskot Garuda, barisan merah putih, Pataka MPC, Pataka PAC Tingkir, Pataka PAC Sidorejo, Pataka PAC Sidomukti, PAC Argomulyo, Pataka BPPN, Pataka BP3, Pataka Koti, Srikandi, Spanduk Srikandi, Pataka Srikandi, karnaval kostum, Srikandi-Srikandi, BP3, Reog 1, PAC Sidomukti, Reog 2, PAC Argomulyo, Reog 3, PAC Sidorejo, Reog 4, PAC Tingkir, Reog 5, DKK.

“Saya bersama Ketua DPRD, Ketua MPC PEmuda Pancasila Kota salatiga, dalam rangka HUT Ke 63 Pemuda Pancasila, Hari Sumpah PEmuda , dan Hari PAhlawan kita melaksanakan Kirab BUdaya Garuda Pancasila. Ini adalah bagian peneguhan kita memiliki jatidiri dengan mengedepankan kearifan pada budaya lokal, sekaligus sikap kepedulian sesama dan kepedulian bangsa. Antusiasme PAC sangat tinggi, karena mengedukasi Pancasila bukan lagi pada narasi tapi pada tindakan dan teladan” ujar Sinoeng yang juga sekertaris PP Jateng.

Harapannya tema ini disesuaikan dengan tema kekinian terutama perhatian kepada kewaspadaan pada curah hujan tinggi, Pemuda Pancasila peduli dengan lingkungan masing-masing misal dengan kegiatan pemangkasan pohon yang membahayakan, pembersihan selokan, memperhatikan kelompok rentan kenaikan harga BBM dan inflasi sehingga PP memberikan bantuan kepada mereka.

Sementara itu Eko Niryogo, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Salatiga mengungkapkan bahwa dengan tema HUT Ke-63 Pemuda Pancasila yaitu Membumikan Pancasila.

“Membumikan Pancasila sebagai nafas dan falsafah bangsa yang saat ini mulai terkikis, dengan kirab Budaya Garuda Pancasila dengan tema Membumikan Pancasila ini mampu menggugah kembali semangat berbangsa dan ber-Pancasila. Kirab dilaksanakan juga berbarengan dengan dengan Peringatan Hari Pahlawan dan Hari Sumpah Pemuda. Semua anggota PP dan simpatisan PP ikut dalam kirab Budaya Garuda Pancasila kali ini,” ungkap Eko Niryogo.

– Sekertaris PP Jateng, Sinoeng Nugraha saat diwawancarai media
– Ketua PP Salatiga Eko Niryogo, saat diwawancarai Rasika FM
– Suasana pelepasan Kirab Budaya

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]