KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Polisi Bentuk Tim Untuk Buru Pelaku Pelemparan Batu ke Pengendara di Tol Semarang

Polisi Bentuk Tim Untuk Buru Pelaku Pelemparan Batu ke Pengendara di Tol Semarang

Polisi Bentuk Tim Untuk Buru Pelaku Pelemparan Batu ke Pengendara di Tol Semarang

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi.

SEMARANG – Polda Jawa Tengah membentuk tim untuk memburu pelaku pelemparan batu kepada pengendara mobil yang melintas di ruas Jalan Tol KM. 459A dan KM 460A yang berada di Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang Jawa Tengah.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menerangkan, anggota dari Resmob sudah siaga di sekitaran lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terkait aksi yang meresahkan dan merugikan para pengendara tersebut.

“Kita bentuk tim, anggota resmob sudah di lokasi, kita akan panggil korban. Dan ini lagi kita cari apakah ini nanti mengarah pada masyarakat yang iseng atau sengaja nanti akan kita ungkap,” ujar Luhtfi kepada wartawan di Semarang, Rabu (19/10/2022).

Selain siaga di lokasi kejadian, personel kepolisian juga melakukan patroli di daerah-daerah yang berpotensi dijadikan tempat untuk pelaku dalam melempar batu. Patroli dilkukan oleh satuan wilayah dari Kabupaten Semarang dan Salatiga.

“Jelas Resmob kita sudah patroli. Termasuk upaya-upaya preventif dari kesatuan wilayah meliputi Ungaran dan Salatiga sudah kita perintahkan untuk melakukan patroli,” bebernya.

Sebelumnya, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan, kejadian pelemparan batu terjadi pada Senin (17/10/2022) sekira pukul 21.30 WIB. Dirinya mengaku sudah ada 3 aksi pelemparan oleh pelaku yang saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Kita atensi saat ini Tim Ditreskrimum Polda jateng dan Polres Jajaran sedang memburu pelaku pelemparan baik di Tengaran maupun di Salatiga,” ujar Kombes Iqbal saat dikonfirmasi.

Iqbal mengaku, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi sudah memerintahkan jajaran untuk memburu pelaku aksi yang meresahkan pengguna jalan ini. “Kapolda sudah perintah untuk ungkap, kejar dan tangkap pelaku yang meresahkan pemakai jalan,” imbuhnya.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]