KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ragam Kesenian Iringi Pendaftaran Ngesti Nugraha-Nur Arifah ke KPU Kabupaten Semarang

Ragam Kesenian Iringi Pendaftaran Ngesti Nugraha-Nur Arifah ke KPU Kabupaten Semarang

Ragam Kesenian Iringi Pendaftaran Ngesti Nugraha-Nur Arifah ke KPU Kabupaten Semarang

Koordinator Tim Media dan Humas Pasangan Mutiara, Ari Dwi Setyanto. Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Ngesti Nugraha dan Nur Arifah memastikan diri untuk ikut serta dalam kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang 2024. Pasangan ini diusung koalisi gabungan 8 partai yakni PDI Perjuangan, Nasdem, PKB, Golkar, PKS, PAN, Hanura, dan Demokrat.

Sebagai rangkaian tahapan Pemilu, mereka akan mendeklarasikan diri sebagai bakal pasangan calon dilanjutkan dengan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang.

Koordinator Tim Media dan Humas Pasangan Mutiara (Menang untuk Ngesti Nugraha dan Nur Arifah) Ari Dwi Setyanto mengatakan sejumlah kesenian akan ditampilkan untuk mengiringi pendaftaran keduanya. kesenian yang tampil di antaranya barongsai, reog, dan gedruk.

“Karena memang kita sangat beragam dan itulah wajah masyarakat Kabupaten Semarang yang menjunjung toleransi,” ujarnya, Senin (26/8/2024).

Mengenai jadwal pendaftaran, kata Ari, rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (28/8/2024).

“Dimulai dari deklarasi dulu di posko pemenangan, dilanjutkan pendaftaran ke KPU Kabupaten Semarang,” ungkapnya.

Dijelaskan Ari, pasangan Ngesti-Arifah akan berangkat dari Posko Pemenangan Mutiara di daerah Kesongo Kecamatan Tuntang. Kemudian bersama-sama rombongan dari pengurus partai politik beserta satgas, berkumpul di lapangan depan Masjid Agung Al Mabrur.

“Selanjutnya, berjalan kaki ke kantor KPU Kabupaten Semarang,” paparnya.

Sebagai informasi, pasangan Mutiara telah mengantongi surat keputusan atau surat rekomendasi dari delapan partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten Semarang. Total, ada 40 kursi yang telah ‘dipegang’ Ngesti-Arifah. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]