KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Uji Kompetensi Fotografer, Diharapkan Bisa Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas Profesi

Uji Kompetensi Fotografer, Diharapkan Bisa Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas Profesi

Uji Kompetensi Fotografer, Diharapkan Bisa Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas Profesi

RASIKAFM. COM|SALATIGA – Fotografer diharapkan bisa mengikuti uji kompetensi agar mendapatkan sertifikasi. Hal itu diperlukan guna meningkatkan kualitas dan kapasitas profesi fotografer.

Hal itu diungkapkan Harlina, kabid Pengembangan SDM Parekraf pada Dinas Kepemudaan dan Pariwisata Jateng usai membuka Sertifikasi Kompetensi SDM Ekonomi Kreatif sub sektor fotografi di hotel Grand Wahid Salatiga. senin (12/12/2022)

“Sertifikasi subsektor e kraft untuk fotografi sangat diperlukan. Hal ini menjadi salah satu bentuk pengembangan ekonomi kreatif,” terang Harlina. Dijelaskan dia, ekonomi kreatif memiliki 17 subsektor. Salah satunya adalah fotografi.

Menurutnya, sektor ini memiliki potensi yang luar biasa. Pasalnya, banyak fotografi yang memiliki komunitas di Jawa Tengah. Hal ini menunjukkan banyaknya peminat dalam bidang fotografi ini. “Ini bisa menjadi kemampuan standar bagi para fotografer. Setidaknya mereka yang bersertifikasi sudah ada pengujian kemampuannya,” terang. Saat ini fotografer masih banyak yang belum bersertifikasi.

Sementara itu, Ricky Purnama Hadi, ketua LSP Fotografi Indonesia menuturkan, uji kompetensi ini khusus yang berprofesi fotografi. Dilakukan agar peserta teruji di bidangnya.

“Kegiatan ini untuk refreshmen awal. Setidaknya mereka yang berprofesi tidak hanya mengerti cara memotret tetapi juga dasar dasar ilmunya juga paham,” terang Ricky.

Dijelaskan dia, tahun ini di Jawa Tengah ada 100 peserta kegiatan sertifikasi. Di kegiatan pertama dengan 40 peserta, 10 persen diantaranya dinyatakan belum kompeten.

Ketua panitia dari Asosiasi Profesi Fotografer Indonesia (APFI) Jateng, Leo Teha menuturkan jika tahun ini peserta sudah sangat banyak. Tahun depan ditargetkan 250 fotografer bisa tersertifikasi.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]