[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Day: Juni 22, 2024

Hartadi Prasetyo (52), seorang jemaah haji dari kloter 57 asal Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, meninggal dunia di Makkah pada Rabu, 12 Juni 2024, sebelum melaksanakan ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), akibat suspect pneumonia. Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Titik Halimah, menginformasikan bahwa almarhum sempat dirujuk ke KKHI dan RSAS Al Noor.
Satu Jemaah Haji Asal Ungaran Timur Meninggal di Makkah
Hartadi Prasetyo (52), seorang jemaah haji dari kloter 57 asal Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, meninggal dunia di Makkah pada Rabu, 12 Juni 2024, sebelum melaksanakan ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah,...
Pada Jumat malam, 21 Juni 2024, acara sosialisasi "Program Special Untung 4 X Lipat" digelar oleh UPPD Samsat Kabupaten Semarang bersama komunitas otomotif di Burjo Pantry Ungaran. Acara ini dihadiri oleh komunitas motor seperti Land Cruiser Semarang-Ungaran, Mercy W210, Hijet Semarang, Innova Nusantara, N-Max Club, dan lainnya.
Samsat Kab. Semarang Menggandeng Komunitas Otomotif
Pada Jumat malam, 21 Juni 2024, acara sosialisasi "Program Special Untung 4 X Lipat" digelar oleh UPPD Samsat Kabupaten Semarang bersama komunitas otomotif di Burjo Pantry Ungaran. Acara ini dihadiri oleh...
Delapan partai non parlemen di Kabupaten Semarang, yang tidak memperoleh kursi di DPRD pada Pileg 2024, membentuk koalisi bernama Kompaks, dengan tujuan menyamakan visi dan misi untuk pembangunan daerah. Inisiator Kompaks, Ketua Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Nurdin Makruf, menyatakan koalisi ini lahir dari diskusi antarpartai non parlemen untuk tetap membawa suara rakyat, meskipun tidak berhasil masuk parlemen.
Sambut Pilkada Kabupaten Semarang, 8 Partai Non Parlemen Bentuk Koalisi Baru
Delapan partai non parlemen di Kabupaten Semarang, yang tidak memperoleh kursi di DPRD pada Pileg 2024, membentuk koalisi bernama Kompaks, dengan tujuan menyamakan visi dan misi untuk pembangunan daerah....

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan