URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hartadi Prasetyo (52), seorang jemaah haji dari kloter 57 asal Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, meninggal dunia di Makkah pada Rabu, 12 Juni 2024, sebelum melaksanakan ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), akibat suspect pneumonia. Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Titik Halimah, menginformasikan bahwa almarhum sempat dirujuk ke KKHI dan RSAS Al Noor.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Satu Jemaah Haji Asal Ungaran Timur Meninggal di Makkah

Satu Jemaah Haji Asal Ungaran Timur Meninggal di Makkah

Satu Jemaah Haji Asal Ungaran Timur Meninggal di Makkah

Petugas PPIH, pembimbing serta jemaah haji yang lain bertakziah di hotel tempat almarhum Hartadi, jemaah haji asal Ungaran Timur, di Arab Saudi beberapa waktu lalu.

Foto: dok. Kemenag Kab. Semarang

Petugas PPIH, pembimbing serta jemaah haji yang lain bertakziah di hotel tempat almarhum Hartadi, jemaah haji asal Ungaran Timur, di Arab Saudi beberapa waktu lalu.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hartadi Prasetyo (52) seorang jemaah haji yang tergabung dalam kloter 57 asal Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, Rabu (12/6/2024) lalu. Ia meninggal sebelum Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) dan sempat menjalani perawatan dengan keluhan suspect pneumonia.

Kabar ini disampaikan oleh Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (Kasi PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Titik Halimah. “Sebelumnya yang bersangkutan sempat dirujuk ke KKHI (Kantor Kesehatan Haji Indonesia) dan di RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi) Al Noor,” kata Titik ketika dihubungi melalui ponselnya, Sabtu (22/6/2024).

Titik yang juga Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pembimbing beserta PPIH lain telah melaksanakan takziah di hotel tempat yang bersangkutan menginap.

“Kami berdoa bersama dan juga menyampaikan empat poin hak-hak jemaah haji yang meninggal dunia pra Armuzna,” imbuh Titik.

Sementara itu, pihak Kantor Kemenag Kabupaten Semarang juga telah melaksanakan takziah ke rumah duka di Ungaran Timur dan memberikan hak jemaah tersebut kepada keluarga, berupa air zam-zam lima liter, certificate of death (COD), badal haji, serta sertifikat badal. (win)

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara