URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang jamaah haji asal Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Mustofa Ismail (67), menunaikan nazarnya dengan berjalan kaki sejauh sekitar 34 kilometer dari Asrama Haji Donohudan menuju rumahnya usai pulang dari Tanah Suci. Perjalanan yang ditempuh hampir 15 jam itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran ibadah hajinya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah

Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah

Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Rasa syukur setelah menunaikan ibadah haji diwujudkan dengan cara berbeda oleh Mustofa Ismail (67), jamaah haji asal Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Setibanya di Tanah Air, ia menepati nazarnya dengan berjalan kaki sejauh sekitar 34 kilometer dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali menuju rumahnya, Kamis (11/6/2026).

Perjalanan panjang tersebut ditempuh hampir selama 15 jam. Mustofa mulai berangkat pukul 08.30 WIB dengan melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali, mulai dari Kecamatan Sambi, Simo, Klego, hingga Karanggede, sebelum akhirnya memasuki Kecamatan Suruh dan sampai rumahnya sekitar pukul 23.15 WIB.

“Alhamdulillah perjalanan lancar. Ini bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kesehatan dan kelancaran yang diberikan selama menjalankan ibadah haji hingga kembali ke rumah dengan selamat,” katanya.

Aksi berjalan kaki bukan kali pertama dilakukan Mustofa. Saat berangkat menuju Tanah Suci beberapa waktu lalu, ia juga berjalan kaki dari rumah menuju Gedung IPHI Kecamatan Suruh yang menjadi titik keberangkatan jamaah haji.
Dalam perjalanan pulang, Musthofa didampingi adik perempuannya, Zuriyah. Sementara putranya, Ahmad Mustofa, mengawal dari belakang menggunakan sepeda motor guna memastikan perjalanan berlangsung aman.

Setibanya di rumah, Mustofa tidak langsung beristirahat. Ia terlebih dahulu menuju masjid setempat untuk menunaikan salat sebelum bersilaturahmi dengan kedua orang tuanya.

“Ini keinginan sejak lama sebenarnya, memang tidak cerita ke siapa-siapa sampe akhirnya bisa kesampaian,” lanjutnya.

Penantian panjang selama sekitar 14 tahun untuk berangkat haji akhirnya terbayar pada musim haji tahun ini. Bagi Mustofa, keberhasilan menunaikan ibadah haji sekaligus memenuhi nazarnya menjadi momen yang sangat membahagiakan.

Ia berharap rasa syukur yang dirasakannya serta dukungan keluarga dan masyarakat yang diterimanya dapat membawa keberkahan bagi banyak pihak. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 215 jemaah haji asal Kota Salatiga yang tergabung dalam Kloter 24 tiba dengan selamat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (11/6/2026) malam. Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan armada bus dan pengawalan kepolisian untuk proses penjemputan hingga kepulangan jemaah ke daerah asal.
215 Jemaah Haji asal Salatiga Tiba di Pemkot dengan Selamat, Kamis Malam
Ratusan warga Muslim, Kristen, Katolik, dan Buddha di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, merayakan Waisak 2570 BE dengan tradisi saling mengucapkan selamat usai ibadah di Vihara Buddha Bhumika, Minggu (31/5/2026). Tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun ini menjadi simbol kerukunan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Warga Beda Agama ikut Rayakan Waisak di Batur Getasan
Sebanyak 217 calon jemaah haji asal Kota Salatiga diberangkatkan ke Tanah Suci pada Selasa (28/4/2026), namun satu jemaah tertunda karena belum memenuhi syarat kesehatan saat pemeriksaan di embarkasi, sehingga keberangkatannya ditunda demi keselamatan hingga dinyatakan layak.
Alasan Kesehatan, Satu Calhaj asal Salatiga Gagal Berangkat
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melepas 901 calon jemaah haji di Ungaran pada Jumat (17/4/2026) untuk diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 25 April dalam enam kloter. Mayoritas jemaah lansia, sehingga diminta saling membantu selama ibadah, sementara pemerintah memastikan pelayanan optimal bagi seluruh peserta.
901 Calhaj Kabupaten Semarang Dilepas, Mayoritas Lansia Siap Berangkat ke Tanah Suci

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

PT Jasamarga Semarang Batang melaksanakan program penghijauan dengan menanam pohon Trembesi dan Tabebuya di Simpang Susun Weleri serta sejumlah titik di sepanjang Tol Batang-Semarang. Program ini dilakukan untuk mendukung infrastruktur berkelanjutan melalui penyerapan emisi karbon, peningkatan kualitas udara, pengendalian erosi, peredaman kebisingan, dan penciptaan lingkungan jalan tol yang lebih asri bagi pengguna jalan.
Tanam Sekarang, untuk Generasi Mendatang: PT Jasamarga Semarang Batang Hijaukan Ruas Tol
PT Jasamarga Semarang Batang melaksanakan program penghijauan dengan menanam pohon Trembesi dan Tabebuya di Simpang Susun Weleri serta sejumlah titik di sepanjang Tol Batang-Semarang. Program ini dilakukan...
PT Trans Marga Jateng bersama sejumlah instansi menggelar Operasi Simpatik Keselamatan Berkendara di Rest Area KM 429 Ungaran, Jalan Tol Semarang-Solo, Selasa (1/7/2026). Kegiatan edukatif ini memeriksa kendaraan angkutan barang yang terindikasi ODOL, memasang material reflektif, serta melakukan cek kesehatan pengemudi untuk meningkatkan kelayakan kendaraan dan menekan risiko kecelakaan di ruas tol.
Keselamatan Pengendara Jadi Prioritas, Trans Marga Jateng Gelar Operasi Simpatik di Tol Semarang–Solo
PT Trans Marga Jateng bersama sejumlah instansi menggelar Operasi Simpatik Keselamatan Berkendara di Rest Area KM 429 Ungaran, Jalan Tol Semarang-Solo, Selasa (1/7/2026). Kegiatan edukatif ini memeriksa...
Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Sukoharjo ditargetkan mulai membuka kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026 untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkapasitas 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA ini disiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui fasilitas berasrama, kurikulum fleksibel, dan dukungan pemerintah pusat serta daerah.
Sekolah Rakyat Permanen Pertama di Jateng Siap Beroperasi, Tampung 1.080 Siswa
Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Sukoharjo ditargetkan mulai membuka kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026 untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkapasitas...
Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis Secara Online lewat Logis
Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis Secara Online lewat Logis
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Layanan Online Psikolog Gratis (Logis) di Semarang, Kamis (2/7/2026), untuk memperluas akses pendampingan kesehatan mental tanpa biaya. Masyarakat dapat berkonsultasi...
BPBD Kabupaten Semarang menyalurkan tandon dan 3.000 liter air bersih ke Desa Bantal dan Plumutan, Bancak, untuk menghadapi musim kemarau 2026.
BPBD Semarang Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih, Dua Desa Jadi Prioritas
BPBD Kabupaten Semarang menempatkan dua tandon air dan menyalurkan 3.000 liter air bersih kepada warga Desa Bantal dan Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kamis (2/7/2026), untuk mengantisipasi krisis air...
Muat Lebih

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai destinasi wisata air unggulan setelah muncul minat investasi dari PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Kamis (25/6/2026). Pengembangan yang mencakup rumah makan apung, vila, dan wahana air itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan fungsi konservasi serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Rawa Pening Dilirik Investor, Siap Jadi Destinasi Wisata Air Andalan Jawa Tengah