RASIKAFM.COM | SALATIGA — Sebanyak 217 calon jemaah haji (calhaj) asal Kota Salatiga diberangkatkan ke Tanah Suci. Namun, satu jemaah terpaksa menunda keberangkatan karena belum memenuhi syarat kesehatan.
Jemaah yang tertunda merupakan seorang perempuan yang berangkat bersama suaminya. Saat pemeriksaan di embarkasi, ia belum dinyatakan memenuhi syarat . Sementara suaminya tetap berangkat bersama rombongan.
Fuadah Maria Ulfa, Kepala Kantor Haji dan Umrah Salatiga, mengatakan penundaan dilakukan demi keselamatan jemaah.
“Jika hasil pemeriksaan kesehatan sudah dinyatakan istitaah, yang bersangkutan bisa diberangkatkan pada kesempatan berikutnya,” ujar Maria.
Diketahui tahun 2026 ini Kota Salatiga memberangkatkan 217 calhaj yang tergabung dalam Kloter 24 bersama jemaah asal Kota Semarang. Rinciannya, 94 jemaah laki-laki dan 123 jemaah perempuan.
Jemaah termuda berusia 25 tahun, yakni Taufik Aris Kurniawan, M Najjih, Nabila Syaifudin, dan Sania Fitriyatul Muslihah. Adapun jemaah tertua berusia 84 tahun atas nama Sunarto Wasito Redjo.
Rombongan diberangkatkan dari halaman Pemerintah Kota Salatiga pada Selasa (28/4/2026) sore menggunakan lima bus menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.
Pantauan wartawan, suasana haru mewarnai pelepasan. Keluarga jemaah tampak memadati area luar gerbang kompleks Pemkot Salatiga. Tangis pecah saat bus mulai meninggalkan lokasi.