URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 217 calon jemaah haji asal Kota Salatiga diberangkatkan ke Tanah Suci pada Selasa (28/4/2026), namun satu jemaah tertunda karena belum memenuhi syarat kesehatan saat pemeriksaan di embarkasi, sehingga keberangkatannya ditunda demi keselamatan hingga dinyatakan layak.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Alasan Kesehatan, Satu Calhaj asal Salatiga Gagal Berangkat

Alasan Kesehatan, Satu Calhaj asal Salatiga Gagal Berangkat

Alasan Kesehatan, Satu Calhaj asal Salatiga Gagal Berangkat

Suasana pemberangkatan calon Jemaah haji Salatiga (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Sebanyak 217 calon jemaah haji (calhaj) asal Kota Salatiga diberangkatkan ke Tanah Suci. Namun, satu jemaah terpaksa menunda keberangkatan karena belum memenuhi syarat kesehatan.

Jemaah yang tertunda merupakan seorang perempuan yang berangkat bersama suaminya. Saat pemeriksaan di embarkasi, ia belum dinyatakan memenuhi syarat . Sementara suaminya tetap berangkat bersama rombongan.

Fuadah Maria Ulfa, Kepala Kantor Haji dan Umrah Salatiga, mengatakan penundaan dilakukan demi keselamatan jemaah.

“Jika hasil pemeriksaan kesehatan sudah dinyatakan istitaah, yang bersangkutan bisa diberangkatkan pada kesempatan berikutnya,” ujar Maria.

Diketahui tahun 2026 ini Kota Salatiga memberangkatkan 217 calhaj yang tergabung dalam Kloter 24 bersama jemaah asal Kota Semarang. Rinciannya, 94 jemaah laki-laki dan 123 jemaah perempuan.

Jemaah termuda berusia 25 tahun, yakni Taufik Aris Kurniawan, M Najjih, Nabila Syaifudin, dan Sania Fitriyatul Muslihah. Adapun jemaah tertua berusia 84 tahun atas nama Sunarto Wasito Redjo.

Rombongan diberangkatkan dari halaman Pemerintah Kota Salatiga pada Selasa (28/4/2026) sore menggunakan lima bus menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Pantauan wartawan, suasana haru mewarnai pelepasan. Keluarga jemaah tampak memadati area luar gerbang kompleks Pemkot Salatiga. Tangis pecah saat bus mulai meninggalkan lokasi.

Fuadah Maria Ulfa berikan keterangan media

BACA JUGA :

Sebanyak 215 jemaah haji asal Kota Salatiga yang tergabung dalam Kloter 24 tiba dengan selamat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (11/6/2026) malam. Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan armada bus dan pengawalan kepolisian untuk proses penjemputan hingga kepulangan jemaah ke daerah asal.
215 Jemaah Haji asal Salatiga Tiba di Pemkot dengan Selamat, Kamis Malam
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Ratusan warga Muslim, Kristen, Katolik, dan Buddha di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, merayakan Waisak 2570 BE dengan tradisi saling mengucapkan selamat usai ibadah di Vihara Buddha Bhumika, Minggu (31/5/2026). Tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun ini menjadi simbol kerukunan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Warga Beda Agama ikut Rayakan Waisak di Batur Getasan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melepas 901 calon jemaah haji di Ungaran pada Jumat (17/4/2026) untuk diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 25 April dalam enam kloter. Mayoritas jemaah lansia, sehingga diminta saling membantu selama ibadah, sementara pemerintah memastikan pelayanan optimal bagi seluruh peserta.
901 Calhaj Kabupaten Semarang Dilepas, Mayoritas Lansia Siap Berangkat ke Tanah Suci
Sebanyak 215 calon jamaah haji Kota Salatiga mengikuti vaksin polio dan meningitis gratis di Kantor Kementerian Haji & Umrah, Senin (7/4/2026), guna mencegah penyakit menular saat ibadah di Makkah dan Madinah. Program ini memprioritaskan lansia, termasuk jamaah tertua berusia 85 tahun yang akan berangkat pada 28 April 2026.
215 Calon Jamaah Haji Kota Salatiga ikuti Vaksin Polio & Meningitis
Peringatan HUT ke-60 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sri Kukus Redjo Gunung Kalong berlangsung khidmat dan semarak dalam balutan doa bersama dan perayaan Laa Gwee Cap Kouw yang diikuti ratusan umat dari unsur Khonghucu, Buddha, dan Tao. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan TITD Sri Kukus Redjo Gunung Kalong dan dipimpin oleh Ketua Yayasan, Tjoa Lie Lie, yang turut mengoordinasi rangkaian kegiatan. Kegiatan tersebut digelar di Vihara Gunung Kalong, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada Sabtu malam, 12 Juli 2025.
HUT ke-60 Vihara Gunung Kalong dan Laa Gwee Cap Kouw, Ratusan Umat Tri Dharma Doakan Perdamaian Indonesia

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan