URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Petugas Damkar Kota Salatiga mengevakuasi sebuah handphone yang terjatuh ke sumur resapan sedalam sekitar tiga meter di Karangduwet, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Sabtu (6/6/2026) sore. Proses evakuasi berlangsung selama 44 menit setelah petugas menerima laporan dari warga dan menurunkan personel ke dalam sumur sempit untuk mengambil ponsel tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gegara HP Tercebur Sumur Resapan, Damkar Salatiga Turun Tangan Lakukan Evakuasi

Gegara HP Tercebur Sumur Resapan, Damkar Salatiga Turun Tangan Lakukan Evakuasi

Gegara HP Tercebur Sumur Resapan, Damkar Salatiga Turun Tangan Lakukan Evakuasi

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Salatiga Jawa Tengah mengevakuasi sebuah telepon genggam yang terjatuh ke dalam sumur resapan di wilayah Karangduwet, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga Sabtu (6/6/2026) sore.

Laporan kejadian diterima melalui WhatsApp Mako Damkar sekitar pukul 16.55 WIB dari Markus, warga Karangduwet RT 03 RW 02. Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu 2 Damkar Kota Salatiga langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, mengatakan peristiwa bermula saat sebuah handphone dimainkan oleh anak kecil yang sedang berfoto bersama. Saat digunakan bermain, ponsel tersebut terlepas dan masuk melalui celah pada tutup beton sumur resapan hingga jatuh ke dasar sumur.

“Sumur resapan memiliki kedalaman sekitar tiga meter dan terdapat celah pada bagian tutup beton sehingga handphone bisa masuk ke dalam,” ujar Ponco.

Sesampainya di lokasi, petugas melakukan asesmen dan menyiapkan peralatan evakuasi. Karena posisi handphone berada di dasar sumur, salah satu petugas harus turun ke dalam sumur untuk mengambil perangkat tersebut dengan membuka beton tutup sumur resapan.

Proses evakuasi berlangsung cukup menantang mengingat ruang sumur yang sempit dan kedalamannya mencapai sekitar tiga meter. Namun, berkat kesigapan petugas, handphone berhasil diangkat dalam kondisi berhasil ditemukan.

Operasi penyelamatan berlangsung selama sekitar 44 menit, dimulai pukul 16.55 WIB dan selesai pada pukul 17.39 WIB.

Ponco mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berada di sekitar sumur resapan maupun lubang sejenis, terutama ketika anak-anak sedang bermain, guna menghindari benda berharga maupun risiko kecelakaan lainnya.
“Alhamdulillah handphone berhasil dievakuasi dengan aman. Kami juga mengingatkan masyarakat agar memastikan tutup sumur dalam kondisi aman dan tidak memiliki celah yang berpotensi menimbulkan kejadian serupa,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved