KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Ini Dia Kalipangus, Obyek Wisata Dadakan yang Viral di Ungaran

Ini Dia Kalipangus, Obyek Wisata Dadakan yang Viral di Ungaran

Ini Dia Kalipangus, Obyek Wisata Dadakan yang Viral di Ungaran

Pengunjung bermain air di obyek wisata viral Kalipangus di perbatasan Desa Lerep dan Kalisidi, Ungaran Barat, baru-baru ini. Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah lokasi wisata alam baru di perbatasan Desa Lerep dan Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, mendadak ramai dikunjungi wisatawan dalam tiga pekan terakhir.

Destinasi yang menawarkan aliran air jernih dari kawasan lereng Gunung Ungaran itu awalnya dikenal oleh masyarakat sekitar dan tamu-tamu yang dibawa oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rukun Santoso Desa Wisata Lerep.

Ketua Karang Taruna Desa Lerep, Ahsanul Ahsan, mengatakan popularitas lokasi tersebut bermula dari konten yang dibuat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

“Kami dulu sering membawa tamu ke sini, termasuk wisatawan mancanegara dari Malaysia, Rusia, dan Thailand. Kemudian bersama mahasiswa KKN kami membuat konten seolah-olah sedang berkemah di lokasi ini. Setelah diunggah, keesokan harinya sudah ada pengunjung yang datang,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Sejak saat itu, unggahan di media sosial terus menarik perhatian masyarakat. Berbagai kreator konten hingga pegiat fotografi drone turut mendatangi lokasi tersebut sehingga jumlah pengunjung terus meningkat.

“Postingan di media sosial juga ramai sehingga banyak yang penasaran datang,” katanya.

Ahsan menjelaskan, derasnya aliran air yang kini menjadi daya tarik utama wisatawan terjadi setelah adanya longsoran di kawasan Watu Kelir yang selama ini menjadi saluran pengairan bagi warga Desa Lerep dan Desa Kalisidi.

“Awalnya musibah di bagian atas, tetapi ternyata membawa berkah bagi kawasan di bawah karena aliran air mengarah ke sini dan menjadi lebih deras,” ungkapnya.

Menurutnya, air yang mengalir di lokasi tersebut berasal dari kawasan Curug Indrokilo dan Curug Lawe. Karena berada dalam satu aliran sungai, pengelola juga telah berkoordinasi dengan pengelola wisata di bagian hulu untuk memberikan peringatan dini apabila terjadi peningkatan debit air.

Melihat tingginya minat pengunjung, pengelola bersama pemerintah desa mulai menyiapkan penataan kawasan. Sejumlah fasilitas seperti warung, kamar mandi, gazebo, hingga kolam terapi ikan direncanakan akan dibangun dalam waktu mendatang. Selain itu, pengelolaan kawasan juga akan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Sido Karep yang merupakan kolaborasi antara Desa Kalisidi dan Desa Lerep.

Untuk menjaga kebersihan dan perawatan kawasan, mulai akhir pekan ini pengunjung akan dikenakan retribusi parkir sebesar Rp2.000 per kendaraan.

“Daripada ramai tetapi tidak ada yang mengelola dan sampah menumpuk, akhirnya kami sepakat untuk mengelola bersama. Dana parkir nantinya digunakan untuk kebersihan, pembelian kantong sampah, dan perawatan kawasan,” jelas Ahsan. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]