URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Potensi pariwisata Kabupaten Semarang dinilai belum berdampak maksimal terhadap ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang pada 17 Januari 2026, menyusul rendahnya lama kunjungan wisatawan. Kondisi dipicu dominasi wisatawan lokal, minimnya kunjungan menginap, dan keterbatasan hotel berbintang, sehingga didorong promosi luar daerah dan penguatan event wisata.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lama Kunjungan Wisata di Kabupaten Semarang Masih Rendah, Disparta Dorong Promosi Luar Daerah dan Event Malam Hari

Lama Kunjungan Wisata di Kabupaten Semarang Masih Rendah, Disparta Dorong Promosi Luar Daerah dan Event Malam Hari

Lama Kunjungan Wisata di Kabupaten Semarang Masih Rendah, Disparta Dorong Promosi Luar Daerah dan Event Malam Hari

Fort Willem I yang ada di Ambarawa menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Foto: win
Fort Willem I yang ada di Ambarawa menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kabupaten Semarang masih menyimpan potensi besar di sektor pariwisata. Dengan bentang alam pegunungan, udara sejuk, serta beragam destinasi alam dan budaya, wilayah ini sejatinya mampu menjadi tujuan wisata unggulan di Jawa Tengah.

Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya berdampak maksimal terhadap pergerakan ekonomi daerah. Salah satu indikator yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah rendahnya tingkat lama kunjungan wisatawan yang datang ke Kabupaten Semarang.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Hendrastuti Ikasari, mengungkapkan tingkat lama kunjungan wisatawan di Kabupaten Semarang saat ini masih relatif singkat. Berdasarkan data yang dimiliki, rata-rata lama tinggal wisatawan nusantara hanya 1,17 hari, sementara wisatawan mancanegara 1,57 hari, dengan rata-rata keseluruhan sekitar 1,2 hari atau masih sebatas satu malam.

“Kalau dibandingkan dengan daerah lain yang potensi pariwisatanya luar biasa, tingkat lama kunjungan bisa mencapai tiga hari. Ini berarti kita masih punya PR besar untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Hendrastuti, rendahnya lama kunjungan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik wisatawan yang datang. Mayoritas pengunjung masih berasal dari wilayah sekitar seperti Semarang, Kendal, Kudus, dan Pati, yang tidak membutuhkan akomodasi menginap.

“Wisatawan kita mayoritas masih dari sekitar Semarang saja, jadi mereka datang pulang pergi. Ini yang membuat tingkat hunian dan lama kunjungan belum optimal,” jelasnya.

Rendahnya lama kunjungan wisatawan juga berdampak langsung pada tingkat belanja. Berdasarkan hasil survei, sekitar 41 persen wisatawan masih membelanjakan kurang dari Rp500 ribu, yang mencakup tiket masuk, jajan, dan oleh-oleh.

“Kalau wisatawan menginap satu sampai dua malam, tentu belanjanya bisa di atas Rp500 ribu. Semakin lama tinggal, semakin besar dampaknya bagi ekonomi lokal,” urainya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mulai mengintensifkan promosi ke luar daerah. Salah satunya melalui kegiatan roadshow promosi pariwisata luar daerah serta penyelenggaraan Gedongsongso Travel Mart, dengan harapan mampu menarik wisatawan dari luar Jawa Tengah agar berkunjung dan menginap di Kabupaten Semarang. Strategi lain yang dilakukan adalah memperbanyak event wisata, terutama yang berlangsung hingga malam hari.

“Event wisata menjadi salah satu strategi kami. Harus ada lebih banyak event, terutama yang waktunya sampai malam, supaya wisatawan memilih menginap,” tambahnya.

Hendrastuti juga menyoroti fenomena wisatawan yang memilih menginap di Kota Semarang. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya pilihan hotel dengan harga yang lebih variatif dan relatif lebih murah dibandingkan hotel di Kabupaten Semarang, meskipun sama-sama berstatus hotel berbintang.

“Hotel di Kota Semarang pilihannya banyak dan harganya lebih kompetitif. Walaupun sama-sama hotel berbintang, di kita harganya masih relatif tinggi,” bebernya.

Meski demikian, Kabupaten Semarang memiliki daya tarik tersendiri sebagai lokasi menginap, terutama dari sisi suasana alam yang sejuk dan asri. Saat ini tercatat terdapat 252 hotel, baik nonbintang maupun berbintang, namun hotel berbintang baru berjumlah 15 unit, yang dinilai masih sangat terbatas untuk daerah tujuan wisata.

“Potensi hotel kita sebenarnya luar biasa, tapi jumlah hotel berbintang masih terlalu sedikit kalau dibandingkan dengan Kota Semarang,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026