URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Aldi Fernando (21), warga Desa Berokan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, diduga mengalami penganiayaan dua kali pada awal dan 7 Agustus 2026. Polisi telah meminta keterangan korban dan sejumlah saksi untuk mengungkap kejadian tersebut, meski hingga Sabtu (15/8/2026) korban belum membuat laporan resmi ke Polsek Bawen maupun Polres Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot

Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot

Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot

Polisi meminta keterangan dari keluarga pemuda yang diduga dianiaya oleh rekannya di Desa Berokan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu. Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kasus dugaan penganiayaan dialami Aldi Fernando (21), warga Desa Berokan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Bahkan, ia dianiaya sebanyak dua kali di waktu yang berbeda.

Kasi Humas Polres Semarang AKP Budiyono mengungkapkan, meski korban hingga kini belum membuat laporan resmi, kepolisian telah melakukan langkah awal dengan meminta keterangan korban serta sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut.

“Berdasarkan pemeriksaan kepada korban saat didatangi personel Polres Semarang, penganiayaan terjadi dua kali, yang pertama pada awal bulan Agustus dan yang kedua pada Jumat (7/8/2026),” ujar Budiyono dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Peristiwa pertama terjadi saat Aldi mengikuti kerja bakti warga dalam rangka persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sekitar pukul 22.00 WIB, korban didatangi FU (20), yang disebut masih memiliki hubungan tetangga sekaligus keluarga.

Tanpa menaruh curiga, Aldi kemudian diajak pergi menggunakan sepeda motor. Keduanya berhenti di sekitar kawasan Banaran Coffee. Di lokasi tersebut, FU diduga langsung memukul korban hingga terjatuh. Bahkan, pelaku disebut hendak menggunakan batu untuk kembali menyerang korban.

“Korban merasa terancam, lalu melarikan diri dari lokasi,” ujarnya.

Namun, persoalan tersebut ternyata belum berakhir. Dugaan penganiayaan kedua terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 00.05 WIB. Saat itu Aldi berada di rumah temannya, Yusuf, di wilayah Ngasem, Kecamatan Bandungan.
FU kembali datang dan menjemput Aldi menggunakan mobil Gran Max. Di dalam kendaraan tersebut terdapat sekitar lima orang lainnya yang disebut merupakan rekan FU.

“Setelah korban dan temannya masuk ke dalam mobil, pelaku menendang dan memukuli korban menggunakan knalpot,” lanjutnya.

Sejumlah orang di dalam kendaraan sempat berupaya menghentikan aksi tersebut. Namun, menurut keterangan yang diperoleh polisi, upaya itu justru mendapat ancaman dari FU. Aldi dan Yusuf kemudian dibawa berkeliling menggunakan mobil. Selama perjalanan, Aldi disebut kembali mengalami penganiayaan hingga sekitar pukul 03.00 WIB.

“Orang-orang di dalam mobil sempat akan melerai, tapi diancam FU karena ini urusan pribadi dan diduga masalah asmara. Korban diketahui pernah memboncengkan perempuan yang menjadi teman dekat pelaku,” jelasnya.

Setelah berkeliling selama beberapa jam, Aldi bersama Yusuf akhirnya diturunkan di wilayah Berokan, Kecamatan Bawen. Setelah diturunkan, Aldi kemudian menghubungi temannya untuk meminta pertolongan. Korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa untuk mendapatkan perawatan dan sempat menjalani rawat jalan. Namun, karena rasa sakit yang masih dirasakan, orang tua korban kemudian kembali membawanya ke rumah sakit hingga mendapat perawatan lebih lanjut.

Meski polisi telah mengumpulkan informasi dari korban dan sejumlah saksi, proses hukum belum berjalan berdasarkan laporan resmi dari pihak korban.

“Jadi meskipun kami sudah meminta keterangan korban maupun saksi-saksi lain, hingga saat ini dari pihak korban belum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bawen maupun Polres Semarang,” tegasnya. (win)

BACA JUGA :

Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, digegerkan penemuan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi itu ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput sekitar pukul 15.30 WIB setelah melihat gundukan tanah baru, kemudian polisi mengamankan TKP dan menyelidiki pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved