KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot

Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot

Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot

Polisi meminta keterangan dari keluarga pemuda yang diduga dianiaya oleh rekannya di Desa Berokan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu. Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kasus dugaan penganiayaan dialami Aldi Fernando (21), warga Desa Berokan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Bahkan, ia dianiaya sebanyak dua kali di waktu yang berbeda.

Kasi Humas Polres Semarang AKP Budiyono mengungkapkan, meski korban hingga kini belum membuat laporan resmi, kepolisian telah melakukan langkah awal dengan meminta keterangan korban serta sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut.

“Berdasarkan pemeriksaan kepada korban saat didatangi personel Polres Semarang, penganiayaan terjadi dua kali, yang pertama pada awal bulan Agustus dan yang kedua pada Jumat (7/8/2026),” ujar Budiyono dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Peristiwa pertama terjadi saat Aldi mengikuti kerja bakti warga dalam rangka persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sekitar pukul 22.00 WIB, korban didatangi FU (20), yang disebut masih memiliki hubungan tetangga sekaligus keluarga.

Tanpa menaruh curiga, Aldi kemudian diajak pergi menggunakan sepeda motor. Keduanya berhenti di sekitar kawasan Banaran Coffee. Di lokasi tersebut, FU diduga langsung memukul korban hingga terjatuh. Bahkan, pelaku disebut hendak menggunakan batu untuk kembali menyerang korban.

“Korban merasa terancam, lalu melarikan diri dari lokasi,” ujarnya.

Namun, persoalan tersebut ternyata belum berakhir. Dugaan penganiayaan kedua terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 00.05 WIB. Saat itu Aldi berada di rumah temannya, Yusuf, di wilayah Ngasem, Kecamatan Bandungan.
FU kembali datang dan menjemput Aldi menggunakan mobil Gran Max. Di dalam kendaraan tersebut terdapat sekitar lima orang lainnya yang disebut merupakan rekan FU.

“Setelah korban dan temannya masuk ke dalam mobil, pelaku menendang dan memukuli korban menggunakan knalpot,” lanjutnya.

Sejumlah orang di dalam kendaraan sempat berupaya menghentikan aksi tersebut. Namun, menurut keterangan yang diperoleh polisi, upaya itu justru mendapat ancaman dari FU. Aldi dan Yusuf kemudian dibawa berkeliling menggunakan mobil. Selama perjalanan, Aldi disebut kembali mengalami penganiayaan hingga sekitar pukul 03.00 WIB.

“Orang-orang di dalam mobil sempat akan melerai, tapi diancam FU karena ini urusan pribadi dan diduga masalah asmara. Korban diketahui pernah memboncengkan perempuan yang menjadi teman dekat pelaku,” jelasnya.

Setelah berkeliling selama beberapa jam, Aldi bersama Yusuf akhirnya diturunkan di wilayah Berokan, Kecamatan Bawen. Setelah diturunkan, Aldi kemudian menghubungi temannya untuk meminta pertolongan. Korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa untuk mendapatkan perawatan dan sempat menjalani rawat jalan. Namun, karena rasa sakit yang masih dirasakan, orang tua korban kemudian kembali membawanya ke rumah sakit hingga mendapat perawatan lebih lanjut.

Meski polisi telah mengumpulkan informasi dari korban dan sejumlah saksi, proses hukum belum berjalan berdasarkan laporan resmi dari pihak korban.

“Jadi meskipun kami sudah meminta keterangan korban maupun saksi-saksi lain, hingga saat ini dari pihak korban belum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bawen maupun Polres Semarang,” tegasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]