KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pesta Lampion Gedongsongo Fest Sedot 3.000 Pengunjung, Dongkrak Pariwisata dan Okupansi Hotel Bandungan

Pesta Lampion Gedongsongo Fest Sedot 3.000 Pengunjung, Dongkrak Pariwisata dan Okupansi Hotel Bandungan

Pesta Lampion Gedongsongo Fest Sedot 3.000 Pengunjung, Dongkrak Pariwisata dan Okupansi Hotel Bandungan

Artis campursari Niken Salindry turut menyalakan lampion dalam gelaran Heritage of Light Gedongsongo Fest di kompleks Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu (4/7/2026) malam. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pesta lampion bertajuk Heritage of Light Gedongsongo Fest sukses menyedot sekitar 3.000 pengunjung di kawasan wisata Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu (4/7/2026) malam. Ribuan wisatawan disuguhi beragam atraksi seni, pelepasan lampion, hingga penampilan penyanyi campursari Niken Salindry.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan Gedongsongo Fest merupakan agenda tahunan yang menjadi salah satu andalan promosi pariwisata Kabupaten Semarang.

“Festival Gedongsongo menjadi salah satu event pariwisata di Kabupaten Semarang yang kami laksanakan setiap tahun. Malam ini pengunjungnya sekitar 3.000 orang, ada pesta lampion dan hiburan musik dari Niken Salindry,” ujar Ngesti.

Menurutnya, penyelenggaraan festival tersebut bertepatan dengan rangkaian Festival Bunga Bandungan yang digelar keesokan harinya. Sinergi dua agenda wisata itu diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Semarang.

Ngesti menyebut Kabupaten Semarang memiliki beragam destinasi unggulan, mulai dari Candi Gedongsongo, Bukit Cinta Rawapening, kawasan wisata Kopeng, Benteng Willem I, hingga destinasi swasta seperti Taman Bunga Celosia, Dusun Semilir, dan Saloka Theme Park.

“Harapan kami, Kabupaten Semarang menjadi surganya pariwisata di Jawa Tengah,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah pengunjung Gedongsongo Fest tahun ini relatif sama dengan tahun lalu yang juga mencapai sekitar 3.000 orang. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan promosi agar kunjungan wisatawan terus bertambah.

“Pada 2025 lalu, kunjungan wisata di Kabupaten Semarang meningkat hampir satu juta orang. Harapan kami, pada 2026 jumlahnya bisa meningkat lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, mengatakan penyelenggaraan berbagai event menjadi strategi untuk menjaga tingkat kunjungan wisata sekaligus mendongkrak okupansi hotel di tengah kebijakan efisiensi yang berdampak pada berkurangnya kegiatan rapat di hotel. Menurut Wiwin, penyelenggaraan Gedongsongo Fest yang dipadukan dengan Festival Bunga Bandungan membuat tingkat hunian hotel di kawasan Bandungan meningkat signifikan.

“Hotel-hotel, terutama yang berbintang, sudah full book di atas 70 persen. Bahkan untuk pemesanan mendadak malam ini sudah cukup sulit,” katanya.

Selain meningkatkan okupansi hotel, kegiatan tersebut juga menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM dan pelaku usaha pariwisata.

Ke depan, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang juga menyiapkan kerja sama dengan daerah sekitar untuk menyusun paket wisata terintegrasi.

“Misalnya wisatawan menginap di Kabupaten Semarang selama tiga hari, kemudian melanjutkan perjalanan ke Salatiga hingga Magelang. Kabupaten Semarang menjadi daerah penyangga pariwisata sehingga konektivitas antardaerah akan semakin memperkuat kunjungan wisatawan,” katanya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Dua pengusaha olahan singkong Salatiga, Tony Anindya dari Argotelo dan Hendardi dari singkong keju D-9, menerima penghargaan dari Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat kunjungan ke Kampung Singkong Salatiga, Kamis (15/10/2026). Muhaimin mengapresiasi perkembangan produk lokal serta menyatakan kesiapan pemerintah untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha dan industri kreatif di Salatiga.
Hadir di Kampung Telo, Muhaimin Iskandar Beri Penghargaan Pengusaha UMKM Salatiga Berbasis Singkong
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]