URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kebakaran menghanguskan rumah milik Rohmat Salam di Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jumat (14/8/2026) malam. Pemilik rumah meninggal dunia setelah terjebak saat api membesar. Damkar menduga korsleting listrik menjadi penyebab kebakaran dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 20.48 WIB, dengan kerugian diperkirakan Rp150 juta.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api

Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api

Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api

Kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di Dusun Boromiri, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Jumat (14/8/2026) malam. Satu korban meninggal dunia akibat terjebak kobaran api. Foto: IST/ dok. warga

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik Rohmat Salam di Dusun Boromiri RT 026 RW 005, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jumat (14/8/2026) malam.

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Korban diketahui merupakan pemilik rumah yang tidak sempat menyelamatkan diri karena terjebak di dalam bangunan saat api membesar.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, mengatakan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Api pertama kali diketahui warga sudah membesar dari bagian ruang tengah rumah.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Saat diketahui warga, api sudah membesar di ruang tengah,” kata Anang saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2026).

Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 19.42 WIB. Regu pemadam berangkat pukul 19.45 WIB dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 20.10 WIB.

“Tidak ada korban luka dalam kejadian ini. Satu orang meninggal dunia akibat terjebak di dalam rumah,” kata Anang.

Warga kemudian berupaya meminta bantuan dengan memanggil warga lainnya. Laporan kebakaran juga diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran Pos Klego Boyolali, Pos Tengaran, serta Damkar Kota Salatiga.

Petugas dari Regu B Pos Tengaran dan Regu B Pos Getasan bersama personel Damkar Kota Salatiga dan Damkar Kabupaten Boyolali kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Petugas gabungan langsung melakukan pemadaman dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.48 WIB,” ujarnya.

Anang menjelaskan, korban yang berada di dalam rumah tidak sempat menyelamatkan diri. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, korban mengalami gangguan jiwa. Bangunan rumah berukuran sekitar 10×8 meter persegi tersebut terbakar seluruhnya. Kerugian materi akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp150 juta.

“Satu unit sepeda motor juga dilaporkan turut terbakar,” jelasnya.

Sementara Camat Suruh, Vega Lazuardi, menerangkan, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima pihak kecamatan, korban mengalami depresi akibat persoalan keluarga.

“Korban tinggal sendiri. Istri dan anaknya tinggal terpisah di Desa Reksosari. Informasi yang kami terima, korban mengalami depresi akibat masalah keluarga,” urainya. (win)

BACA JUGA :

Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, digegerkan penemuan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi itu ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput sekitar pukul 15.30 WIB setelah melihat gundukan tanah baru, kemudian polisi mengamankan TKP dan menyelidiki pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved