URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Patirtan Penjawi Resto dan Resort resmi diluncurkan di Desa Plumbon, Suruh, Kabupaten Semarang, Minggu (15/2/2026). Owner Iwan Gunawan Herdiwanto menghadirkan wisata pemandian alami dengan sensasi ikan dewa untuk relaksasi dan pengalaman spiritual. Konsep alam, sejarah, resto Nusantara, dan penginapan bernuansa desa menjadi daya tarik jelang Ramadan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sering “Kungkum” di Patirtan Penjawi Resto dan Resort, Wajah Terlihat Awet Muda

Sering “Kungkum” di Patirtan Penjawi Resto dan Resort, Wajah Terlihat Awet Muda

Sering “Kungkum” di Patirtan Penjawi Resto dan Resort, Wajah Terlihat Awet Muda

Patirtan Penjawi Resto dan Resort resmi diluncurkan di Desa Plumbon, Suruh, Kabupaten Semarang, Minggu (15/2/2026). Owner Iwan Gunawan Herdiwanto menghadirkan wisata pemandian alami dengan sensasi ikan dewa untuk relaksasi dan pengalaman spiritual. Konsep alam, sejarah, resto Nusantara, dan penginapan bernuansa desa menjadi daya tarik jelang Ramadan.
Foto Arief Rasika
Penginjung saat mencoba berenang di Patirtan Penjawi Resto dan Resort
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Membaca judul berita ini sepintas akan menimbulkan tanda tanya besar. Apakah dengan “kungkum” alias mandi di sendang Patirtan Penjawi Resto dan Resort di Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, bisa membuat orang terlihat lebih muda?.
Namun jawaban atas pertanyan ini segera terjawab jika anda sudah mencobanya. Karena saat berenang dikolam, ratusan ikan dewa yang menyentuh kulit dengan lembut, akan menimbulkan sensasi tersendiri.

Bukan sekadar sensasi geli, melainkan pengalaman yang nyaris ritual: hening, alami, menenangkan.
Saat ini kawasan wisata air itu kembali berdenyut. Launcing Patirtan Penjawi Resto dan Resort menandai dibukanya lagi destinasi wisata berbasis sumber air alami tersebut. Kolam-kolam kembali terisi tawa, dan air kembali menjadi pusat cerita.

“Hari ini kita launching, mulai aktivitas lagi, Patirtan Penjawi,” ujar owner Patirtan Penjawi Resto dan Resort, Iwan Gunawan Herdiwanto, saat ditemui rasikafm.com. Minggu (15.2.2026)

Nama Patirtan Penjawi sendiri dipilih bukan tanpa maksud. “Jadi filosofinya, patirtan itu kan pemandian para raja zaman dahulu ibaratnya,” ujarnya.

“Nah Penjawi kebetulan kita ambil dari nama tokoh tiga serangkai pendiri Kerajaan Mataram, di situ ada Ki Penjawi, Ki Ageng Pemanahan dan Ki Juru Mertani.”

Di sini, air bukan hanya untuk membasuh tubuh, melainkan juga untuk mengingat asal-usul.

“Artinya selain tamu yang datang itu tidak hanya menikmati suasana alam, tapi juga ada sejarah,” katanya.

“Yang jelas dengan adanya sumber air ini, di situ pasti ada spirituil spirituil, ibarat kita akan kembali ke alam, kita akan ingat alam, untuk tadabur alam istilahnya.”

Menurut Iwan, konsepnya sederhana, tapi justru di situlah daya pikatnya: kembali ke sumber. Kolam pemandian dialiri langsung dari mata air alami yang tak tercemar.

“Jadi secara umum, di sini, karena ada sumber air, jadi kebetulan kolam renang kita ini spesialnya, berenang dengan ikan dewa,” katanya.

Iwan menyebut jika kehadiran ratusan ikan dewa itu bukan hiasan biasa. Dalam tutur masyarakat, mereka menyimpan kisah lama. “Di mana ikan dewa itu, konon penjelmaan dari prajurit Prabu Siliwangi,” tuturnya.

Menjelang Ramadan, denyut pengunjung mulai terasa. Sejumlah tamu dari Jakarta, Bandung, dan sekitarnya telah memesan kamar.

“Memang tujuan kita menjelang Ramadan, memang sudah banyak tamu-tamu luar Kota Jakarta, Bandung dan sekitarnya, sudah banyak pesan,” katanya.

“Penginapan memang kita masih dalam tahap renovasi, ibaratnya memang kita menciptakan suasana alam, penginapan ini nuansa pedesaan, tapi dengan kualitas resort,” kata Iwan.

Di bagian belakang, danau besar membentang. Airnya tenang, bisa untuk memancing atau sekadar duduk menunggu senja.

“Danau besar di belakang, Patirtan Penjawi, bisa untuk mancing, glamping dan pernah diuji coba oleh teman-teman,” katanya.

Resto menjadi pelengkap yang mengikat pengalaman. Sajian Nusantara, terutama ikan air tawar, disiapkan dari dapur yang menghadap alam.

“Menu khas di sini aneka masakan ikan air tawar, ada nila gurame, ada mujair ada juga khasnya, ayam betutu,” ujar Iwan.

“Nanti akan berlanjut dengan menu-menu khas daerah-daerah di Indonesia ini,”ungkap Iwan.

Kawasan dibuka mulai pukul 09.00 hingga malam. Mereka yang ingin berendam dalam gelap, kungkum di bawah langit desa, dipersilakan.

“Kita biasa dari 9.00 pagi, sampai malam,” katanya.

“Kadang-kadang orang berendam itu kan pengennya malam, pengen kungkum, ya kita persilahkan.”

Tarif penginapan disiapkan untuk segmen menengah.

“Nah nantinya rencananya memang kita akan menarik, dari yang kecil, mungkin sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta,” ujar Iwan.

Jadi jika anda masih penasaran tidak ada salahnya mencoba berenang sambil menikmati sensasi sentuhan ikan dewa (Rief)

Owner Patirtan Penjawi Resto dan Resort, Iwan Gunawan Herdiwanto, saat diwawancara Rasika FM

BACA JUGA :

Heritage of Light Gedongsongo Fest menarik sekitar 3.000 pengunjung di kawasan wisata Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu (4/7/2026) malam. Pemerintah Kabupaten Semarang menghadirkan pesta lampion, atraksi seni, dan penampilan Niken Salindry untuk mempromosikan pariwisata, menggerakkan UMKM, serta meningkatkan okupansi hotel melalui sinergi dengan Festival Bunga Bandungan.
Pesta Lampion Gedongsongo Fest Sedot 3.000 Pengunjung, Dongkrak Pariwisata dan Okupansi Hotel Bandungan
Ribuan warga memadati Halaman Pemerintah Kota Salatiga pada 21 Juni 2026 dalam gelaran Dolan Solotigo 2026. Acara yang dibuka Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menghadirkan fun run, fun bike, zumba, biliar, dan bazar UMKM. Melalui kolaborasi berbagai komunitas, kegiatan ini digelar untuk memperkuat pariwisata berbasis pengalaman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan promosi Kota Salatiga sebagai destinasi wisata unggulan.
Ajang Dolan Solotigo! Ribuan Warga Lari, Gowes, dan Nikmati Serunya Wisata Kota
Lokasi wisata alam baru di perbatasan Desa Lerep dan Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, ramai dikunjungi wisatawan setelah viral di media sosial dalam tiga pekan terakhir. Popularitas kawasan dengan aliran air jernih dari lereng Gunung Ungaran itu bermula dari konten yang dibuat Karang Taruna Desa Lerep bersama mahasiswa KKN UPGRIS dan UNNES.
Ini Dia Kalipangus, Obyek Wisata Dadakan yang Viral di Ungaran
Penambahan wahana wisata dilakukan Pemkab Semarang di Bukit Cinta, Desa Kebondowo, Banyubiru, Senin (16/3/2026), dengan menghadirkan permainan air, aviary, playground, dan gokart guna menarik kunjungan wisatawan serta memberikan destinasi rekreasi ramah keluarga saat libur Idulfitri.
Wahana Baru Bukit Cinta Siap Sambut Wisatawan Saat Libur Lebaran
Potensi pariwisata Kabupaten Semarang dinilai belum berdampak maksimal terhadap ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang pada 17 Januari 2026, menyusul rendahnya lama kunjungan wisatawan. Kondisi dipicu dominasi wisatawan lokal, minimnya kunjungan menginap, dan keterbatasan hotel berbintang, sehingga didorong promosi luar daerah dan penguatan event wisata.
Lama Kunjungan Wisata di Kabupaten Semarang Masih Rendah, Disparta Dorong Promosi Luar Daerah dan Event Malam Hari
Sendratari sejarah “Babad Fort Willem I” akan dipentaskan perdana oleh kolaborasi seniman Ambarawa di kawasan Benteng Fort Willem I, Ambarawa, Sabtu 17 Januari 2026 malam. Pertunjukan ini digelar untuk menghidupkan kembali sejarah benteng melalui seni tari, musik, dan visual, sekaligus mendukung pengembangan wisata budaya.
Tiru Konsep Sendratari Ramayana Prambanan, Babad Fort Willem I Resmi Pentas Perdana di Benteng Pendem Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting