URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan warga Muslim, Kristen, Katolik, dan Buddha di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, merayakan Waisak 2570 BE dengan tradisi saling mengucapkan selamat usai ibadah di Vihara Buddha Bhumika, Minggu (31/5/2026). Tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun ini menjadi simbol kerukunan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Warga Beda Agama ikut Rayakan Waisak di Batur Getasan

Warga Beda Agama ikut Rayakan Waisak di Batur Getasan

Warga Beda Agama ikut Rayakan Waisak di Batur Getasan

Warga saling members ucapkan selamat Waisak
featured-img

RASIKAFM.COM | GETASAN – Ratusan warga Muslim dan Kristen di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, memiliki cara tersendiri merayakan keberagaman. Saat umat Buddha selesai menjalankan ibadah Tri Suci Waisak 2570 BE, Minggu (31/5/2026), mereka telah menunggu di depan vihara untuk menyampaikan ucapan selamat.

Pemandangan itu terlihat di Vihara Buddha Bhumika, sebuah rumah ibadah yang berdiri di lereng Gunung Merbabu. Di luar vihara, warga lintas agama berbaris rapi. Begitu ibadah selesai, mereka bergantian menyalami umat Buddha yang keluar dari vihara.

Tradisi tersebut bukan hal baru di Thekelan. Warga menyebut kebiasaan saling mengunjungi dan memberi ucapan saat hari raya agama lain sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Tak hanya saat Waisak. Ketika Idulfitri maupun Natal tiba, tradisi serupa juga dilakukan. Warga dari agama berbeda datang untuk bersilaturahmi dan menyampaikan ucapan selamat.

Ketua Vihara Buddha Bhumika, Suroyo, mengatakan kebiasaan itu tumbuh dari kehidupan masyarakat yang sejak lama hidup berdampingan dalam perbedaan.

“Sudah puluhan tahun berlangsung. Dulu mungkin masih kecil-kecil, kemudian berkembang sampai seperti sekarang. Setiap ada momentum perayaan, baik di vihara, masjid maupun gereja, kami semua melaksanakan kegiatan tersebut,” kata Suroyo.

Menurut dia, tradisi itu menjadi cara warga menjaga kerukunan yang selama ini terbangun di Dusun Thekelan.

“Ini seperti yang kami idam-idamkan, terwujudnya toleransi beragama, ketenteraman dan kedamaian di Dusun Thekelan,” ujarnya.

Dusun Thekelan dihuni warga dengan latar belakang agama yang beragam. Sekitar 95 kepala keluarga beragama Buddha, 87 kepala keluarga beragama Islam, serta sekitar 40 keluarga Kristen dan Katolik.

Kepala Dusun Thekelan, Supriyo, mengatakan keberagaman itu justru menjadi perekat hubungan sosial masyarakat.

“Kegiatan ini rutin setiap ada perayaan hari besar. Tidak hanya Waisak, ketika Idulfitri maupun Natal juga kami lakukan kegiatan semacam ini,” kata Supriyo.

Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bentuk kepedulian warga untuk menjaga suasana kampung tetap damai dan harmonis.

“Ini adalah bentuk cinta kasih kami terhadap dusun kami dan kepedulian kami semua warga masyarakat agar bisa menjaga ketenteraman dan kenyamanan di kampung kami ini,” ujarnya.

Di tengah menguatnya polarisasi identitas di sejumlah daerah, tradisi yang hidup di Thekelan menawarkan gambaran berbeda. Di dusun kecil di lereng Merbabu itu, ucapan selamat hari raya tidak sekadar formalitas, melainkan cara sederhana merawat persaudaraan di tengah perbedaan keyakinan.

BACA JUGA :

Sebanyak 215 jemaah haji asal Kota Salatiga yang tergabung dalam Kloter 24 tiba dengan selamat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (11/6/2026) malam. Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan armada bus dan pengawalan kepolisian untuk proses penjemputan hingga kepulangan jemaah ke daerah asal.
215 Jemaah Haji asal Salatiga Tiba di Pemkot dengan Selamat, Kamis Malam
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Sebanyak 217 calon jemaah haji asal Kota Salatiga diberangkatkan ke Tanah Suci pada Selasa (28/4/2026), namun satu jemaah tertunda karena belum memenuhi syarat kesehatan saat pemeriksaan di embarkasi, sehingga keberangkatannya ditunda demi keselamatan hingga dinyatakan layak.
Alasan Kesehatan, Satu Calhaj asal Salatiga Gagal Berangkat
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melepas 901 calon jemaah haji di Ungaran pada Jumat (17/4/2026) untuk diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 25 April dalam enam kloter. Mayoritas jemaah lansia, sehingga diminta saling membantu selama ibadah, sementara pemerintah memastikan pelayanan optimal bagi seluruh peserta.
901 Calhaj Kabupaten Semarang Dilepas, Mayoritas Lansia Siap Berangkat ke Tanah Suci
Sebanyak 215 calon jamaah haji Kota Salatiga mengikuti vaksin polio dan meningitis gratis di Kantor Kementerian Haji & Umrah, Senin (7/4/2026), guna mencegah penyakit menular saat ibadah di Makkah dan Madinah. Program ini memprioritaskan lansia, termasuk jamaah tertua berusia 85 tahun yang akan berangkat pada 28 April 2026.
215 Calon Jamaah Haji Kota Salatiga ikuti Vaksin Polio & Meningitis
Peringatan HUT ke-60 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sri Kukus Redjo Gunung Kalong berlangsung khidmat dan semarak dalam balutan doa bersama dan perayaan Laa Gwee Cap Kouw yang diikuti ratusan umat dari unsur Khonghucu, Buddha, dan Tao. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan TITD Sri Kukus Redjo Gunung Kalong dan dipimpin oleh Ketua Yayasan, Tjoa Lie Lie, yang turut mengoordinasi rangkaian kegiatan. Kegiatan tersebut digelar di Vihara Gunung Kalong, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada Sabtu malam, 12 Juli 2025.
HUT ke-60 Vihara Gunung Kalong dan Laa Gwee Cap Kouw, Ratusan Umat Tri Dharma Doakan Perdamaian Indonesia

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga