KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa

Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa

Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa

Bupati Semarang Ngesti Nugraha (tengah) memerankan tokoh Adipati Dipokusumo saat bermain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Semarang dalam acara Catur Windu (Plus) DPD Permadani Kabupaten Semarang, di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Ada pemandangan berbeda dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang atau Catur Windu (Plus) di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Sejumlah pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang turun langsung menjadi pemain dalam pementasan ketoprak bertajuk “Rebut Kembar Mayang” sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Dandim, Kajari, dan jajaran Forkopimda lainnya tampil di atas panggung bersama para seniman ketoprak dan ‘bolo dhupak’ asal Pati. Ngesti sendiri memerankan tokoh Adipati Dipokusumo.

Ketua Panitia Catur Windu DPD Permadani Kabupaten Semarang, Muchlizin, mengatakan lakon “Rebut Kembar Mayang” mengisahkan seorang putra adipati yang belum bersedia menikah.

“Sang putra harus memperoleh kembar mayang sebagai simbol perjuangan sebelum mendapatkan pasangan hidup,” jelasnya.

Keterlibatan Forkopimda, menurut Muchlizin, merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya nguri-uri kabudayan atau melestarikan budaya Jawa. Menurutnya, pementasan ketoprak dipilih bukan sekadar hiburan, tetapi sebagai media edukasi agar masyarakat, khususnya generasi muda, tetap mengenal bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya Jawa.

“Tujuan kegiatan ini untuk nguri-uri kabudayan. Anak-anak sekarang mulai kehilangan bahasa Jawa. Melalui ketoprak kami ingin melestarikan budaya Jawa, terutama yang berkaitan dengan budi pekerti dan ajaran yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.

Muchlizin menilai tantangan terbesar pelestarian budaya Jawa saat ini adalah semakin berkurangnya penggunaan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak saat ini lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia. Padahal dalam bahasa Jawa ada tingkatan tutur yang mengajarkan sopan santun kepada orang tua maupun kepada yang lebih muda.

“Nilai-nilai seperti itu jangan sampai hilang,” katanya.

Ia menambahkan, Permadani terus memperluas pembinaan budaya hingga tingkat kecamatan melalui kegiatan pamedharsabda dan pranatacara.

“Anggota kami saat ini sekitar 7.000 orang dengan kepengurusan yang telah tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Semarang,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengaku tidak melakukan persiapan khusus sebelum tampil sebagai pemain ketoprak. Baginya, keterlibatan para pimpinan daerah di atas panggung merupakan bentuk teladan kepada masyarakat bahwa seni tradisi perlu dijaga bersama.

“Kami bersama Forkopimda ingin memberikan contoh kepada anak-anak muda untuk terus mengembangkan seni budaya di Kabupaten Semarang. Semoga semangat melestarikan budaya Jawa terus tumbuh di tengah masyarakat,” kata Ngesti.

Ia juga mengapresiasi konsistensi DPD Permadani dalam menjaga eksistensi budaya Jawa selama 35 tahun.

“Yang terpenting adalah melestarikan kebudayaan Jawa. Tidak hanya budayanya, tetapi juga seninya harus terus diuri-uri bersama-sama,” kata Ngesti.

Ia berharap Permadani semakin berkembang dan mampu menarik minat kalangan milenial untuk mempelajari pranatacara, bahasa Jawa krama inggil, tata krama, serta pendidikan karakter.

“Harapan kami anak-anak milenial secara bertahap direkrut oleh Permadani untuk belajar bahasa Jawa krama inggil, sopan santun, tata krama, dan pendidikan karakter. Ini sangat penting dan harus terus kita gelorakan,” tandasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
[pekok2]